TEKNOLOGI

Isu Santet Meluas di Probolinggo

Meninggalnya Matlawi Badri diisukan akibat korban santet, pemakaman dijaga polisi.
Jum'at, 20 November 2009
Oleh : Elin Yunita Kristanti

SURABAYA POST- Isu santet kembali terjadi di Probolinggo. Kematian Matlawi Badri (50) yang diisukan karena disantet membuat polisi berjaga-jaga saat prosesi pemakaman laki-laki asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis 19 November 2009.

 “Untuk menjaga kemungkinan amuk massa, kami mengerahkan personel polisi sebanyak empat peleton,” ujar Kasat Samapta Polres, AKP Heri Suyanto. Ia mengaku bersyukur, kemarahan warga akibat isu santet itu bisa diredam.

Matlawi meninggal dunia di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kamis pagi sekitar pukul 06.00. Berembus kabar dari mulut ke mulut, matinya warga Dusun Landangan, Desa Kalibuntu itu akibat disantet Musi. Isunya, Musi memesan santet kepada seorang dukun bernama Mainnah.

Untuk menjaga kemungkinan amuk massa, rumah Musi dan Mainnah yang masih tetangga dekat Matlawi dijaga sejak pagi hari. Sementara itu Musi dan Mainnah diamankan di Mapolres Probolinggo.

Bahkan Senin (16/11), saat Matlawi masih dirawat di RSUD, massa sempat mendatangi rumah Musi. “Usir tukang santet dari kampung kita,” ujar Slamet, seorang warga.

Tudingan Matlawi disantet muncul dari pernyataan Fatimah (30), anak perempuan Matlawi. “Berkali-kali, bapak saya bermimpi bertemu dengan Musi dan Mainnah,” ujarnya.

Belakangan Matlawi dibawa ke RSUD Waluyo Jati, Kraksaan untuk diperiksa. Dokter mendiagnosa, Matlawi menderita infeksi paru-paru, kencing manis, dan TBS. Sisi lain, keluarga tetap yakin Matlawi terkena santet tetangganya. “Saya tetap yakin, suami saya disantet tetangga dekat,” ujar Wati (46), istri Matlawi.

Ikhsan Mahmudi

TERKAIT
TERPOPULER