TEKNOLOGI

Pembantaian Pengungsi Palestina di Lebanon

Israel turut bertanggungjawab mendukung milisi Phalangi membantai pengungsi Palestina
Jum'at, 17 September 2010
Oleh : Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Seorang pria Palestina di kamp pengungsi jadi korban serangan Israel

VIVAnews - Pada 28 tahun lalu, lebih dari seribu orang tewas dalam serangan di kamp pengungsi warga Palestina di Sabra dan Shatila, Beirut Barat, Lebanon. Kelompok milisi Phalangi diduga bertanggungjawab atas pembunuhan massal ini sebagai aksi balas dendam atas kematian pemimpin mereka, Bashir Gemayel, empat hari sebelumnya.

Laman stasiun televisi BBC mengungkapkan bahwa pasukan Israel dituduh membantu milisi Phalangi melakukan pembunuhan atau tidak mencegah aksi penghilangan nyawa. Banyak bayi dan pengungsi ditembaki saat mereka lari menyelamatkan diri. Tentara Israel diketahui menjaga bagian luar kamp pengungsian.

Juru bicara untuk Perdana Menteri Israel Menachem Begin mengatakan pemerintahnya sedang melakukan penyelidikan. Namun juru bicara ini menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mengeluarkan pernyataan hingga situasi lebih jelas.

Presiden Amerika Serikat saat itu, Ronald Reagan, mengecam keras serangan ini. "Kemarahan akan serangan ini pasti dirasakan semua orang normal," kata dia.

Jumlah korban tewas tidak dapat dipastikan, namun wartawan melaporkan ratusan jenazah bertebaran di lokasi pengungsian. Seorang perawat rumah sakit Akka, dekat Shatila, mengatakan seorang pria menembakkan senjatanya dengan membabi buta.

"Seorang anak lelaki mengatakan bahwa kelompok Phalangi menerobos masuk rumahnya dan menembak seluruh keluarganya," kata perawat itu.

Dua perempuan perawat dari rumah sakit yang sama diculik. Satu di antaranya berhasil melarikan diri dan menyatakan rekannya telah diperkosa dan dibunuh.

TERKAIT
TERPOPULER