TEKNOLOGI

Kominfo Terkendala Atasi Sinyal Ponsel Ngadat

Semakin luas informasi tentang repeater murah di masyarakat, semakin sulit menertibkannya.

ddd
Rabu, 3 November 2010, 15:34 Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Ilustrasi Menara BTS
Ilustrasi Menara BTS (flickr.com)

VIVAnews - Banyaknya gangguan yang terjadi pada frekuensi milik operator telekomunikasi disebabkan oleh berbagai faktor. Akan tetapi, banyak kendala yang menyulitkan pemerintah untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.

“Kami sudah bekerja sama dengan Bea Cukai di Departemen Perdagangan terkait sertifikasi perangkat-perangkat telekomunikasi,” kata Rachmad Widayana, Kasubdit Analisa dan Evaluasi Frekuensi Kemenkominfo di Jakarta, November 2010.

Sayangnya, kata Rachmad, tidak semua perangkat telekomunikasi masuk dari pintu legal atau jalur impor resmi.

Pemerintah, kata Rachmad, juga sudah melakukan penertiban secara rutin, tetapi biasanya penertiban dilakukan bila ada aduan dan laporan, baik dari masyarakat atau operator selular. “Karena, selain kendala teknis (sinyal timbul tenggelam atau mobile) kami juga terbentur masalah SDM,” ucapnya.

“Beredarnya repeater (perangkat telekomunikasi penguat sinyal) dengan harga murah jelas mempersulit penertiban kami. Semakin luas informasi tentang repeater dengan harga murah di masyarakat, semakin sulit untuk menertibkannya,” kata Rachmad.

Sebab itu, Rachmad menyebutkan, pihaknya telah mensosialisasikan sanksi penggunaan spektrum ilegal supaya masyarakat tahu kalau yang diperjualbelikan itu ilegal.

Masyarakat yang ingin menyampaikan masukan terkait permasalahan ini dapat melakukannya melalui Direktorat Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio melalui web (http://www.postel.go.id) dan datang langsung ke loket pengaduan di Kantor Kemenkominfo.

Sejak awal tahun hingga Oktober 2010 ini, Kemenkominfo telah mensinyalir adanya gangguan sinyal telekomunikasi, terutama untuk layanan selular di sejumlah daerah di Indonesia.

Telah terindikasi adanya gangguan di Jabodetabek, Medan, Batam, Banten, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Khusus untuk di wilayah Jabodetabek saja berdasarkan monitoring Kemenkominfo dan berdasarkan cross data yang dilaporkan oleh beberapa penyelenggara telekomunikasi, terdapat 42 titik lokasi yang terkena ganggual sinyal tersebut. (hs)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Gatot Sasmito
04/11/2010
Sama dengan di Desa Tangkil Kec Panggul,Kab Trenggalek,Jawa Timur sudah berulang kali komplain sama Telkomsel akan hasil pancaran BTS yang tak sempurna tapi sampai sekarang tidak da tanggapan ato realisanya,,, Masyarakat sering mengeluh akan kejadian ini,
Balas   • Laporkan
Gatot Sasmito
04/11/2010
Sama dengan di Desa Tangkil Kec Panggul,Kab Trenggalek,Jawa Timur sudah berulang kali komplain sama Telkomsel akan hasil pancaran BTS yang tak sempurna tapi sampai sekarang tidak da tanggapan ato realisanya,,, Masyarakat sering mengeluh akan kejadian ini,
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru