TEKNOLOGI

Ilmuwan: Penelitian NASA Salah

Penelitian NASA yang dipermasalahkan adalah seputar bakteri yang hidup dengan arsenik.
Kamis, 9 Desember 2010
Oleh : Muhammad Firman
Bakteri

VIVAnews - Pekan lalu, marak diberitakan bahwa NASA telah menemukan bakteri yang sangat berbeda dengan makhluk hidup lainnya yang ada di planet Bumi. Bakteria tersebut menggantungkan hidupnya pada arsenik, zat yang mematikan bagi makhluk hidup pada umumnya.

Namun, pada akhir pekan lalu, seperti dikutip dari PopSci, 9 Desember 2010, sejumlah mikrobiolog terkemuka menyatakan bahwa hasil penelitian yang baru dipublikasikan NASA tersebut salah.

Tudingan salah terhadap hasil penelitian yang dilakukan NASA pertamakali datang dari Rosie Redfield, seorang mikrobiolog asal University of British Columbia. Ia menyatakan bahwa penelitian itu tidak akurat dan menuduh bahwa penulis laporan bakteri pecinta arsenik itu merupakan ilmuwan yang buruk atau atau pengamat kehidupan ekstraterrestrial yang tidak hati-hati.

Terpancing oleh komentar pedas Redfield di komunitas sains, Carl Zimmer, seorang penulis sains mengontak sejumlah pakar untuk mengetahui apakah kecaman Redfield merupakan kritik yang valid. Ternyata, banyak pakar yang menyatakan bahwa hasil penelitian NASA tersebut juga tidak benar.

Harian Guardian kemudian mengumpulkan laporan dari sumber-sumber kalangan peneliti internasional. Hasilnya, kritikus yakin bahwa Felisa Wolfe-Simon, penulis laporan penelitian yang dipublikasikan NASA tersebut telah salah menafsirkan hasil yang keliru. Diperkirakan karena peneliti gagal mengambil langkah pencegahan.

Kritikus menyebutkan, Wolfe-Simon dan kawan-kawan salah dan mereka punya metode sendiri untuk membuktikannya. Arsenik lebur di air, jadi, jika arsenik ada di DNA mikroba, arsenik harusnya terurai saat peneliti mencucinya untuk menghilangkan kontaminan lain.

Idealnya, kesalahan seperti ini seharusnya dapat diantisipasi dan para penilai wajib mempertanyakan hal tersebut sebelum menerima laporan tersebut untuk dipublikasikan di jurnal. Menurut peneliti, beberapa tes sederhana sebenarnya dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Kontroversi seputar kesalahan penulisan laporan penelitian tersebut kemudian meluas ke luar diskusi ilmiah. Ini juga menjadi pelajaran agar tidak lebih dulu mengabarkan pada publik suatu hal yang sangat rumit dan perlu diteliti lebih mendalam.

Menanggapi kritik tersebut, NASA menyebutkan bahwa mereka akan menyerahkan bakteri yang bersangkutan pada pihak manapun yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut. (umi)

TERKAIT
TERPOPULER