TEKNOLOGI

Jika Gunung Ini Meletus, 2/3 Amerika Hancur

Gunung Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.

ddd
Selasa, 25 Januari 2011, 12:00 Elin Yunita Kristanti
Perkiraan asap yang disebabkan letusan Yellowstone 600 ribu tahun lalu
Perkiraan asap yang disebabkan letusan Yellowstone 600 ribu tahun lalu (www.swisseduc.ch)

VIVAnews -- Taman Nasional Yellowstone di negara bagian Wyoming, Montana, dan Idaho, Amerika Serikat berada tepat di bawah puncak salah satu gunung api terbesar di dunia, Yellowstone. Sebuah supervulkano atau gunung api super.

Para ahli mengkhawatirkan, gunung yang masih aktif ini bakal meletus. Apalagi, kaldera Yellowstone menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas sejak tahun 2004 lalu.

Apa yang terjadi jika Yellowstone meletus? Jawabannya, tragedi. Kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada tahun 1980.

Yellowstone akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius 1.000 mil atau lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua per tiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak bisa dihuni karena udara beracun yang berhembus dari kaldera. Ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan, jutaan orang menjadi pengungsi.

Ini adalah mimpi buruk yang diprediksi para ilmuwan, jika Yellowstone kembali meletus untuk kali pertamanya dalam 600.000 tahun. Berita buruknya, ini mungkin terjadi di masa depan.

Penelitian menunjukkan, kaldera Yellowstone telah meletus tiga kali dalam kurun waktu 2,1 juta tahun.

Kekhawatiran para ahli bukannya tanpa dasar. Peningkatan terekam sejak tujuh tahun lalu. Juga, dalam tiga tahun terakhir, lantai gunung naik tiga inchi per tahun. Ini tingkat peningkatan tercepat sejak pencatatan yang dimulai tahun 1923.

Namun, kurangnya data tak memungkinkan para ilmuwan memprediksi kapan gunung super itu bakal meletus.

Ahli vulkanologi dari University of Utah, Bob Smith mengatakan, pengangkatan itu luar biasa karena meliputi wilayah yang cukup luas.

Awalnya, tambah dia, para ilmuwan khawatir peningkatan itu bisa mengarah ke letusan. Untungnya, "kami melihat magma berada di kedalaman sepuluh kilometer, kami tidak begitu khawatir," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Selasa 25 Januari 2011.

Lain halnya jika magma berada di kedalaman dua atau tiga kilometer, para ahli bakal panik.

Sementara, Robert B. Smith, profesor geofisika di University of Utah, mengatakan, ruang magma gunung super itu terisi batu yang mencair.

"Tapi kita tidak tahu berapa lama proses ini berlangsung sebelum akhirnya terjadi letusan, atau sebaliknya aliran batu cair berhenti dan kaldera kembali rata."

Para ilmuwan yang memantau Yellowstone percaya, ruang penyimpanan magma atau reservoir yang membengkak di kedalaman enam mil di bawah tanah mungkin menyebabkan pengangkatan itu.

Para ilmuwan juga mengamati gumpalan seperti kue panekuk yang terbentuk dari  batuan cair seukuran kota Los Angeles di lokasi itu.

Karena kondisinya yang ekstrem, sulit bagi ilmuwan untuk menentukan apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah Yellowstone.

Kaldera Yellowstone



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kamaratuli
29/03/2012
mungkin tahun 150000 masehi, gunung ini meletus, tetapi semua dampak musibah harus sudah bisa diantisipasi dan diminimalisir, agar bumi ini bisa tetap ditempati anak cucu cicit uyut keturunan kita semua hingga seterilyun tahun lamanya,
Balas   • Laporkan
macdhawanks
09/05/2011
Mungkin gunung ini akan meletus tahun depan tepatnya tanggal 21 Desember 2012 yang bertepatan dengan hari JUMAT karena menurut nabi kiamat itu terjadi pada hari Jumat
Balas   • Laporkan
alta.2308
17/02/2011
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Berkat Allah Tuhannya 'arasy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat. Lindungilah
Balas   • Laporkan
alta.2308 | 17/02/2011 | Laporkan
Lindungilah kami dari siksa neraka.
MR.mjs
28/01/2011
siap-siap adja kasih KOIN buat ameRIKA........
Balas   • Laporkan
rio
28/01/2011
satu2nya yg selamat cuman yogi the bear..
Balas   • Laporkan
el
27/01/2011
semoga aja cepat meletus, ya sekali-kali melihat negara adikuasa kalang kabut kena letusan gunung berapi
Balas   • Laporkan
must_julius | 07/03/2011 | Laporkan
..dan negara2 tetangga otomatis kena Asapnya, Indonesia tak luput juga tersapu asap dan debunya... gitu ya? Mau loe kyk gitu? komentar gak mikir panjang. bahlul
arif adp
27/01/2011
bedoa aja, yang baek - baek bagi semua kehidupan di duania ini..... :)
Balas   • Laporkan
kiddie
26/01/2011
i like volcano! kalo meledak seisi dunia bakal terkena dampaknya, mungkin suhu di atmosfer akan mengalami penurunan secara global karena material letusan menutupi atmosfer sisi baiknya daerah tempat tinggalku yg puanas ini mungkin menjadi dingin asyiiik
Balas   • Laporkan
rada_edan
25/01/2011
Berharap yang baik-baik coy...
Balas   • Laporkan
henxduo
25/01/2011
Haiz Amit" Ampe Tuh Gunung Meletus Dah .. Kita Aja Berharap Negara Kita Aman Kan .. Kenapa Kita Senang Klo Negara Lain Kena Bencana .. Pemikiran Yang Menyedihkan Klo Misal Ada Yang Merasa Senang Negara Tetangga Kena musibah
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com