TEKNOLOGI

Umat Salafi dan Koptik Bentrok,Gereja Dibakar

Bentrokan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan 200 lainnya terluka
Senin, 9 Mei 2011
Oleh : Renne R.A Kawilarang
Demonstrasi umat Kristen Koptik di Kairo, 8 Mei 2011

VIVAnews - Bentrokan masyarakat, yang mengaku mewakili kelompok umat Muslim dan Kristen Koptik terjadi di ibukota Mesir, Kairo, Minggu 8 Mei 2011. Bentrokan itu terjadi setelah suatu gereja Koptik Ortodoks, St. Menas, dibakar oleh kelompok fundamentalis sekte Salafi dalam suatu kerusuhan sepanjang Sabtu malam.

Menurut kantor berita Associated Press, kerusuhan itu menewaskan sedikitnya 12 orang dan 200 lainnya terluka. Bentrokan itu berlanjut dengan perang batu antara dua kelompok yang bertikai pada hari Minggu.

Konflik itu merupakan kasus terbaru yang dipicu oleh kebencian yang disebarkan kelompok Salafi atas umat Kristen Koptik. Kendati dianggap sebagai kelompok minoritas, umat Koptik terus melakukan perlawanan sehingga terjadi bentrokan horisontal selama beberapa bulan terakhir.

Dalam satu kasus, seorang pria Kristen Koptik dipotong telinganya oleh kelompok Salafi karena menyewakan apartemennya kepada seorang perempuan Muslim, yang dituduh terlibat dalam prostitusi. Pada Sabtu malam, sebuah gereja dibakar.

Pembakaran itu bermula dari desas-desus di kalangan kelompok Salafi bahwa seorang perempuan Kristen, yang menikah dengan umat Muslim, telah diculik. Dia lalu kabarnya ditahan di dalam Gereja Virgin Mary. 

Insiden itu berlanjut dengan bentrokan antara pendukung kelompok Salafi dengan umat Koptik. Mereka saling melempar batu di distrik kumuh Imbaba dan juga terdengar beberapa bunyi tembakan di wilayah konflik itu. Pada dekade 1990an, kelompok Salafi mencanangkan distrik itu negara di dalam negara, dengan mendeklarasikan "Republik Islam Imbaba.

Memprihatinkannya lagi, pemerintah Mesir tampak berdiam atas konflik selama berbulan-bulan itu. Pemerintah baru Mesir pun tengah berbenah diri setelah rezim Hosni Mubarak berhasil dijatuhkan oleh demonstrasi massa pada 11 Februari lalu.

Itulah sebabnya penduduk Imbaba lalu melampiaskan kemarahan kepada pihak keamanan. Mereka merasa polisi hampir tidak berbuat apa-apa dalam mengatasi bentrokan selama berjam-jam.

"Kami tidak punya pilihan selain mempertahankan diri. Jangan salahkan umat Koptik atas apa yang mereka lakukan," kata pakar Koptik, Youssef Sedhom.

TERKAIT
TERPOPULER