TEKNOLOGI

SMS Marzuki ke SBY Soal Nazar dan Demokrat

"Setiap anggota Dewan Pembina memiliki hak untuk menyarankan kepada Ketua Dewan Pembina."
Sabtu, 9 Juli 2011
Oleh : Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila
SBY diapit Marzuki Alie, Hadi Utomo, dan Anas Urbaningrum

VIVAnews - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie membenarkan telah mengirim pesan singkat (SMS) kepada Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Marzuki tidak menyangka, pesan singkat itu bisa bocor kepada media.

"Ya, saya kirim SMS ke Ketua Dewan Pembina dan tembusannya kepada anggota Dewan Pembina. Aneh urusan internal bisa beredar keluar," kata Marzuki dalam pesan tertulis kepada VIVAnews.com, Sabtu 9 Juli 2011.

Meski masih bertanya-tanya mengapa pesan singkat itu bisa bocor ke media, Marzuki tetap menjelaskan inti dari pesan kepada SBY itu. Menurut Marzuki, setiap anggota Dewan Pembina memiliki hak untuk menyarankan kepada Ketua Dewan Pembina.

"Itu mekanisme Partai," kata Marzuki. Dan Marzuki menegaskan, saran kepada SBY itu bukan untuk mendorong diselenggarakannya Kongres Luar Biasa untuk mengganti Anas Urbaningrum, sang Ketua Umum.

"Tindakan itu bukan untuk mendegradasi kepengurusan DPP/AU (Anas Urbaningrum). Tapi justru diperkuat dengan tindakan tegas Ketua Dewan Pembina, selaku Ketua Dewan Kehormatan untuk menindak siapapun yang melanggar perintah/Instruksi DPP," jelas Ketua DPR ini.

Bagi Marzuki, sikapnya itu justru untuk mengantisipasi agar tidak ada perang tanding antar kader Demokrat di media massa. "Padahal, sudah dilarang oleh DPP," tegasnya lagi.

Ini isi pesan singkat Marzuki Alie kepada SBY:

Yth Kawanbin/Bapak SBY,

Saya melaporkan, saat ini sdg berada di Rusia dlm rangka memenuhi und Parlemen Rusia. Malam ini banyak sekali sms yg masuk ttg Ruhut, Deny Kailimang, Amir syamsudin yg saling memojokkan dalam acara Jakarta Lawyers Club di TVone.

Saling serang antar pengurus partai bukan hanya kali ini tp sdh berkali-kalii. Kelihatannya manajemen partai sdh tdk efektif lagi, apapun perintah DPP sdh td ini masalah Leadership.

Memprihatinkan sekali, kita juga terkena imbas seolah tdk memperdulikan ttg kondisi partai. Sebenarnya saya sbg pribadi atau dalam kapasitas sbg wakawanbin tdk mau ikut2an dlm urusan yg melibatkan DPP PD secara operasional.

Namun kalau ini terus dibiarkan, setiap hari kita di degradasi oleh kita sendiri dengan provokasi media, kita akan menuju kehancuran. Mhn Kawanbin mengambil tindakan tegas utk menyelamatkan partai. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER