TEKNOLOGI

Kabel Telkom Dikira Akar, Jaringan Yogya Mati

Operator backhoe mengira kabel itu cuma oyot (akar) yang melintang di bawah tanah.

ddd
Senin, 12 September 2011, 23:03 Muhammad Firman
Kejadian ini murni kecelakaan kerja. Operator backhoe mengira kabel itu cuma oyot (akar) yang melintang di bawah tanah.
Kejadian ini murni kecelakaan kerja. Operator backhoe mengira kabel itu cuma oyot (akar) yang melintang di bawah tanah. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Sebanyak 1.800 pelanggan Telkom Yogyakarta tidak dapat mengakses telepon akibat dua kabel tembaga bawah tanah di dekat Jembatan Kewek putus disambar 'backhoe' atau eksavator dalam proyek pembangunan 'fly over' Kleringan, Yogyakarta.

Parahnya lagi, beberapa instansi penting di kawasan Malioboro juga tidak dapat mengakses telepon seperti Ina Garuda, Hotel Mutiara, Gedung DPRD DIY, Komplek Kepatihan hingga Gedung Agung.

"Kami sedang mencoba memperbaiki, kemungkinan satu atau dua hari lagi selesai. Sebab kabel berdiameter sekitar 10 centimeter putus," kata Jujun Pujaswara, Manajer Area Telkom Unit Enterprise Regional IV DIY/Jateng, 12 September 2011.

Jujun menyebutkan, pihaknya juga telah menerima komplain dari para pelanggan karena fasilitas yang menggunakan jaringan telepon mati seperti jaringan perbankan yang meliputi saluran ATM, Speedy dan telpon umum mati.

"Kami telah mengerahkan tim untuk melakukan perbaikan khususnya di titik-titik yang di prioritaskan seperti gedung perkantoran dan hotel," ucap Jujun

Perbaikan, menurut Jujun, akan dilakukan dengan pergantian kabel baru sekitar 3-4 meter di titik putusnya Kabel. Meski demikian, Jujun memastikan sebagian jaringan di blok Malioboro masih dapat berfungsi normal termasuk jaringan fiber optik yang hanya berada beberapa sentimeter dari kabel yang putus.

"Kabel metal itu seharusnya tidak dapat putus dengan mudah meskipun ditarik backhoe. Kabel jenis ini sebenarnya cukup kuat. Tapi kalau ditarik dengan paksa pasti akan putus juga,'' kata Jujun dengan nada kesal.

Sementara Darmo, pengawas proyek yang saat itu berada di tempat kejadian mengira kabel itu hanya akar tanaman yang melintang di bawah tanah. Pengerukan jalan itu sendiri dilakukan untuk membuat saluran air baru yang mengalir ke Kali Code. Jadi semua ini murni kecelakaan kerja. Operator backhoe mengira kabel itu cuma oyot (akar).

''Ketika ditarik sepertinya kok bandel buanget, kok gondel-gondeli ya kemudian di sentake," ucap Darmo. (Laporan: Juna Sanbawa | Yogyakarta, umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
sankmane
13/06/2012
hahhahahhah lucu
Balas   • Laporkan
bayu
20/10/2011
waldalah,,,ono-ono wae toh....
Balas   • Laporkan
untunge udu aq sing nunggoni. nasibmu pir sopir
Balas   • Laporkan
kuper
14/09/2011
memang gitu deh, kabel sama akar radak mirip jika warnanya sama. jadi seharusnya kabel itu dibungkus dengan pipa besi biar pas ditarik gak bisa2 kan keras buanget....
Balas   • Laporkan
E yampunnn
Balas   • Laporkan
sik mendem aku kok sik mabuk sopir backoe wakk
Balas   • Laporkan
pros-cons
13/09/2011
hanya terjadi di Indonesia.... lol
Balas   • Laporkan
adyaksa
13/09/2011
orang "pekok bin bego" kok dipekerjakan dilapangan shg tidak dapat membedakan akar dan kabel. Mustahil di jembatan kewek ada akar pohon wong tanaman saja jauh dari lokasi.
Balas   • Laporkan
pelaksanakoplak | 15/09/2011 | Laporkan
aq yo tau . tapi medotke pipa pdam.
jornabae | 13/09/2011 | Laporkan
eh, belon tentu anggapan ente bener. selama ini yg ane tau seolah tdk ada koordinasi antara telkom, pam, pln yang terus aja gantian bongkar aspal. jadi ya wajar ada accident seperti ini
Gaptek Update
13/09/2011
wkwkwkw, ada ada aja, ckckck, harus tanggung jawab noh yang mpunya proyek, sudah melakukan perbuatan yang meresahkan.
Balas   • Laporkan
siogana
12/09/2011
pekok'e koe dab..ora nduwe mata opo piye.....mosok ra iso mbedakke...bah....
Balas   • Laporkan
dennyhrt | 13/09/2011 | Laporkan
arane bae gah menusa, ya mengkonon iku, wis lah aja sewot2an positip tingking bae, ok
cacan | 13/09/2011 | Laporkan
sing nyupir backhoe bar nggeleleng dab hihihi


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru