TEKNOLOGI

Blokir Internet, Iran Siapkan Versi Halal

Rezim pemerintah tak ingin terguncang dengan penyebaran informasi melalui internet.

ddd
Minggu, 29 April 2012, 12:55 Pipiet Tri Noorastuti
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (REUTERS/Caren Firouz)

VIVAnews - Masyarakat Iran agaknya harus mulai membiasakan diri untuk tidak mengakses Facebook, Google, Yahoo, atau situs asing lainnya. Ini menyusul rencana pemerintah untuk memblokir seluruh akses internet berbasis portal berita, jejaring sosial dan surat elektronik.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menyediakan layanan-layanan serupa versi lokal yang dapat diakses setelah mendaftarkan alamat rumah dan nomor jaminan sosial. Mereka menyebut program ini: Internet Nasional atau Internet Halal.

"Iran segera membuat internet yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, untuk meningkatkan komunikasi dan hubungan perdagangan dengan dunia," kata Kepala Urusan Ekonomi Iran, Ali Aghamohammadi, dalam sebuah pernyataan di kantor berita pemerintah, dikutip Aljazeera.

Dilansir oleh Telegraph, rencana tersebut telah mendapat dukungan dari pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Orang paling berkuasa di Iran ini mengecam internet sebagai dosa dan alat bagi Barat melancarkan "perang" lewat serangan budaya.

Target utama pemblokiran ini sebenarnya adalah aktivis antirezim pemerintah yang sejak kegagalan 'Revolusi Hijau' selalu mengandalkan internet sebagai media perlawanan.

Rezim pemerintah kerap terguncang dengan penyebaran informasi melalui internet. Salah satunya, rekaman seorang wanita muda bernama Neda Agha-Soltani, yang ditembak mati algojo pemerintah di Teheran pada 2009. Rekaman itu menyebar begitu cepat yang tentu memberi citra buruk bagi pemerintah.

Sejak program Internet Halal diperkenalkan musim panas ini, penolakan terus bermunculan.  "Pemerintah tidak ingin rekaman video seperti Neda beredar luas lagi, sehingga pengendalian internet menjadi prioritas," kata kata Amir Bayani, dari lembaga antisensor.

"Orang-orang mengandalkan internet untuk sumber informasi terbaru. Tak ada orang yang percaya situs berita pemerintah. Informasi yang tak tersensor hanya bisa kami temui di blog, Facebook, situs-situs yang kini berada di bawah ancaman," Bayani menambahkan. "Saya harap oposisi bisa menggagalkan rencana ini."


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
bagus iran membuat media internet halal, jangan bergantung sama media barat karena kebanyakan media barat memberikan informasi yg menyudutkan islam
Balas   • Laporkan
blondot2012
15/05/2012
Kayak jaman Suharto dulu kita nggak pecaya dg berita RRI dan TVRI makanya nyarinya berita dr radio australia dan BBC kita juga nggak nyangka bisa komen di viva tanpa takut di ciduk KOPKAMTIB
Balas   • Laporkan
dan99ps
30/04/2012
kunci nya bekerja sama dengan china, Korut, Rusia, Brasil, Kuba, Venezuela..kuat kan diplomasi dan ekonomi, tawarkan penawaran khusus perdagangan minyak antar negara ..musuh2 iran pasti gerah
Balas   • Laporkan
jn.ck
29/04/2012
internet mengandung to? baru tau
Balas   • Laporkan
embuh
29/04/2012
semua itu ada sisi baik dan buruknya... mungkin bagi pemerintah iran lebih banyak sisi baiknya dengan menerapkan internet halal ini...
Balas   • Laporkan
pokal
29/04/2012
masih jaman mengelola suatu negara dengan cara diktator dan mengasingkan diri dari dunia luar? dijamin bakal susah buat maju, karen keterbukaan dan meu menerima ide baru adalah kunci untuk maju. boro2 jdi negara maju? jdi kyk indonesia aja iran bkl susah
Balas   • Laporkan
alolama | 12/08/2012 | Laporkan
apa gunanya maju kalau nggak punya moral dan agama. seperti kebanyakan orang Indonesia termasuk saya.
pokal | 30/04/2012 | Laporkan
setidaknya mereka masih bisa mengakses Facebook lawaupun dengan identitas asli, sedangkan iran warganya sama sekali tidak bisa mengakses situs2 tersebut, gk ngasi contekan boleh tpi jangan sombong juga
mona.titani | 30/04/2012 | Laporkan
China membatasi internetnya tetap bisa jadi negara maju, bahkan akan menggeser posisi sebagai negara adikuasa AS....So lihat dulu faktanya
ahmadihbejad
29/04/2012
yengkiyan: niat mereka baik? niat pemerintah iran tuh ngeblokir semua informasi kegiatan mereka dari dunia. Baca tuh baik2 yg diatas, contohnya seperti kasus penembakan seorg wanita oleh algjo pemerintah. tak ada yg namanya kebebasan lg di iran.
Balas   • Laporkan
bloody3lf | 29/04/2012 | Laporkan
iran tuh sok jadi Tuhan, sok nge halalin inet lah, padahal intinya tuh buat nutupin kebusukan nya sendiri. org mau nntn bokep kek itu urusan dosa ama Tuhan. sok nentuin hidup org persis kyk teroris bom bunuh diri ngambil nyawa org.berlagak jd Tuhan.
mereka cuma ingin meniru china, kok pada sinis. lagian yang mereka promosikan kan internet halal, sma sperti china yang memblokir semua situs porno. & pastinya semua teknologi informasi dari luar masih bisa diakses meski telah banyak yg di filter.
Balas   • Laporkan
ahmadihbejad | 29/04/2012 | Laporkan
'meniru?' kata inilah yg bikin negatif. Apakah tidak ada lagi ide baru yg muncul di dunia ini? Apakah cuma AS n sekutu saja yg berjiwa pioner sejati? bangga seperti cina bangsa plagiat? all made in china..hahaha...
bloody3lf
29/04/2012
munafik! internet jg teknologi barat, nuklir jg teknologi dr barat, kalo mau diakui dunia tuh ciptakan teknologi yg bukan jiplak dr barat! malah sok nutup diri dr dunia luar lg..liat aj nnti yg lain pd berlomba2 ke bulan pasti mewek pengen juga! cuih!
Balas   • Laporkan
kadera | 18/05/2012 | Laporkan
Teruuusss masalah buat lo Mr Bloony3lf ??? kok anda yg sewot ya..? ckckc orang aneh.
godaiyuusuke | 29/04/2012 | Laporkan
beh abeh... ngapain urusin urusan negara orang gan???? negara sendiri juga berantakan, masalah blokir internet, itu hak mereka, kita orang indonesia, bukan orang iran, jadi kita cukup nyimak aja.....
bloody3lf | 29/04/2012 | Laporkan
yengkiyan, sono ke tinggal di iran aja luh. Mau nntn bok3p ato apa kek itu urusan gw, bebas mau lakuin apa aj. urusan masuk neraka ato surga tuh ama Tuhan bukan ama luh, cuih!
cintra
29/04/2012
gak ada xvideos gak rame wkakaka gak ada loe gak rame . . . btw ni asli politik dalam rangka mengsukseskan pemerintah setempat ni
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru