TEKNOLOGI

Tifatul: Masih Ada SMS Gratis, Silakan saja

Tarif baru tidak menghalangi operator gratiskan SMS.

ddd
Senin, 4 Juni 2012, 14:37 Karlina Octaviany, Amal Nur Ngazis
Menkominfo Tifatul Sembiring
Menkominfo Tifatul Sembiring (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Skema interkoneksi SMS berbasis biaya telah diberlakukan per 1 Juni 2012. Dalam konsep ini, biaya terminasi sebesar Rp23 diberikan oleh operator penyelenggara SMS kepada operator penerima SMS.

Skema tersebut diharapkan dapat menekan SMS yang tidak diinginkan (spam) dari penggunaan paket promo SMS gratis yang bertubi-tubi. Namun pasca penerapan skema interkoneksi baru ini, masih ada operator yang menggelar promo SMS gratis.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring mengembalikannya kepada operator.

"Ya, biarin aja. Mereka kan bisa ambil untung di voice dan internet. Mereka menggratiskan di SMS, ya silakan," ujarnya seusai membuka pameran alat-alat industri penyiaran dan telekomunikasi, Broadcast and Multimedia Show (BMS) 2012, 4 Juni 2012 di Balai Kartini, Jakarta.

Tifatul menilai biaya terminasi tidak otomatis membuat biaya SMS di pengguna menjadi naik.

Dia mengakui banyak orang yang belum memahami skema baru ini. Tapi, Tifatul yakin nantinya masyarakat akan mengerti skema terminasi.

Menkominfo kembali menegaskan bahwa biaya terminasi Rp23 itu merupakan biaya penggunaan jaringan untuk operator penerima SMS. Mengenai batas waktu skema ini akan efektif, dia menyerahkan kepada operator. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
gerrker
25/06/2012
bbm sama sms spamnya juga masih banyak BBM
Balas   • Laporkan
Arman Sirait
11/06/2012
Salah satu kerjaan Menkominfo ya ngurusin produk operator seluler ini. Ga mungkin Menkominfo ngurusin alutsista.
Balas   • Laporkan
omien_27
11/06/2012
masih ada yg lebih penting pa dari pda mikirin sms gratis..,
Balas   • Laporkan
satriabanget99
08/06/2012
klo masalah sms gratis sih ini jadi strategi provider sendiri. bagaimana melayani pelanggan2nya, tp yang penting juga itu kualitas jaringannya sih :)
Balas   • Laporkan
n_server
05/06/2012
Ya...asal jgn 25 keatas,,, dan jgn ada dan tidak boleh dilarang keras CLUSTER !!! jika pemerintah memang bnr2 mencintai INDONESIA dan mengerti akan usaha kecil-menengah rakyatnya .. mungkin bisa disebut adil jika mimpi itu terjadi SEJAHTRA SMWNYA :D
Balas   • Laporkan
ciptamedia
05/06/2012
Sebenernya sih bukan hanya untuk mengurangi spam aja sih gan.. Tetapi sekarang orang sudah gempar dengan masalah sms yang berbayar, tetapi kaga segitu parahnya kok
Balas   • Laporkan
rajes223
05/06/2012
udah mendingan para mentri ini suruh turun survey. siapa yang setuju ada peraturan mentri gini.. apa perlu rakyat yang turun??
Balas   • Laporkan
portgas.d.acce
04/06/2012
sms gratis di hapus ngebunuh orang yg bisnis server pulsa.. padahal server pulsa bisnis yg menguntungkan tp di bikin susah... gimana Indonesia bisa maju kao ada org yg mau usaha slalu di cegah untuk maju...
Balas   • Laporkan
rajes223 | 05/06/2012 | Laporkan
mending merusak pasar apa merusak rakyat??
petani_kutho | 04/06/2012 | Laporkan
mintanya gratisan itu bukan pikiran orang yang maju... gratisan itu merusak pasar...
hermanasaputra27
04/06/2012
kalo masalahnya spam apa broadcast message nya blackberry bukan termasuk spam? bahkan klo brani test spam lebih banyak pada paket data semacam bbm.. tapi kan ga masalah krn cost nya masih mahal, beda dengan sms yg murah.. ujung2x ya cari untung doank..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru