Sejarawan Soal Kain Kafan Yesus dari Turin
Kain kafan Turin merupakan satu dari 40 temuan kain kafan Yesus.
Transformasi negatif ke positif gambar kafan Turin pada 1898 (colinb-sciencebuzz.blogspot.com)
VIVAnews - Sejarawan gereja Antonio Lombatti menjelaskan bahwa kain kafan dari Turin, bukan kain kafan asli. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sang sejarahwan ini, kain kafan itu beredar pada abad pertengahan. Tapi sebagian besar sudah dihancurkan.
Kain kafan dari Turin itu hanya satu dari 40 temuan yang disebut sebagai kain pemakaman Yesus. Gereja Katolik sendiri sampai sekarang tidak pernah mengkalim dan menyebut bahwa kain kafan itu asli. Dan hal ini sudah lama menjadi perdebatan di kalangan para sejarawan.
Menurut Lombatti, kain kafan Turin tampaknya berasal dari Turki sekitar 1.300 tahun setelah penyaliban Yesus. Kain ini memperlihatkan gambar pria berjenggot yang dinilai mirip dengan Yesus. Kain palsu ini dihormati selama berabad-abad sebagai kain pemakaman Kristus.
Ilmuwan yang berasal dari Università Popolare ini mengutip sejarawan Perancis abad 19. Pakar sejarah tersebut telah meneliti dokumen kuno abad pertengahan yang masih bisa dipertahankan.
"Kain kafan Turin hanya satu dari banyak kain kafan yang beredar di dunia Kristiani selama abad pertengahan. Ada minimal 40 temuan," ujar peneliti asal Parma, Italia ini.
"Sebagian besar dihancurkan ketika Revolusi Perancis. Ada yang menunjukkan gambar Yesus, memiliki jejak tetesan darah, dan lainnya hanya kain putih," imbuhnya seperti dilansir dari Daily Mail.
Kain kafan Turin ini terbuat dari kain linen dengan ukuran persegi 14x14 kaki. Bagian depan dan belakang menunjukkan gambar pria berjenggot terbaring telanjang setelah mengalami penyiksaan.
Detail gambar kain telah diungkap menggunakan negatif foto pada akhir abad 19. Semenjak itu, kain Turin menarik perhatian orang untuk berkunjung ke Gereja Katedral Pembaptis Yohanes di Turin.
Lombatti mengatakan kafan ini kemungkinan diberikan kepada ksatria Perancis, Geoffroy de Charny sebagai kenangan perang salib ke Smyrna, Turki pada 1346. Keluarga de Charny tercatat sebagai pemilik pertama kafan ini. Penelitian Lombatti diterbitkan bulan ini dalam jurnal ilmiah Studi Medievali.
Saudaraku,menemukan agama yg benar jgn sampai membuat kita sombong,apalagi kita belum menjalankannya dengan benar dan konsisten. Rosulullah SAW tak pernah memberi contoh untuk menghujat keyakinan yg lain, Beliau mengajarkan dengan penuh kasih sayang, sehi
Al-quran hanya ada satu dan dijamin keasliannya oleh Allah SWT sampai kiamat datang... kalau injil ada berapa banyak mana yang asli....?? dari YES-US
Buat Weja yang sangat kami kasihi, perlu Anda ketahui bahwa kami sangat percaya bahwa Alkitab kami adalah asli dan benar adanya. Dan murni. Iblislah yang mengatakan bahwa kitab suci kami telah dipalsukan. Sangat wajar bahwa Anda berkata demikian, oleh kar
lagipula ga ada di Alkitab kami kalo kami mesti pake kain kafan pas mati.....gimana sie??? kalo dah mati..di duniakan cuman ada badannya...roh dan jiwanya bukan di dunia lagi...
Kami meneladani Yesus. Kami menyembah dan beriman kepada Tuhan yang hidup. Bukan kepada orang yang mati. Terima kasih.
karena sekarang sdh jaman modern.masa mau kembali ke jaman batu/purba lg.
Saya sedang berdoa supaya Anda menjadi milik Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih.
- Info Momentum
- 40% Manusia Terinfeksi "Parasit Pengontrol Pikiran"
- Misteri Harta Karun 8 Ton Suku Maya
- Misteri Orang Sumeria dari Planet Nibiru
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- FOTO: Paola Cazzola, Pembalap Wanita Cantik Pertama di Dunia
- Sum Kuning, Kasus Pemerkosaan Misterius di Indonesia
- FOTO: Kucing Bersayap dari China



