TEKNOLOGI

Sinyal Malaysia Ganggu Perbatasan Indonesia

Akibatnya, penduduk perbatasan RI lebih kenal mantan PM Malaysia dibanding Presiden RI.

ddd
Selasa, 12 Juni 2012, 00:01 Karlina Octaviany, Amal Nur Ngazis
Ilustrasi Telekomunikasi di Perbatasan RI
Ilustrasi Telekomunikasi di Perbatasan RI (telkomsel)

VIVAnews - Masalah perbatasan Indonesia tidak hanya berkaitan dengan tingkat kesejahteraan maupun ancaman pencaplokan wilayah. Dalam Rakornas Kominfo 2012 juga disinggung soal problem telekomunikasi di wilayah perbatasan yang masih belum teratur.

Jaringan telekomunikasi dari negeri tetangga sering bocor masuk ke perbatasan Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Tifatul Sembiring tidak membantah hal tersebut.

"Sinyal roaming Malaysia ini sudah ada pembicaraan dengan Menteri ICT Malaysia. Ini memang kadang terjadi," ujar Tifatul di Hotel Sahid, Jakarta, Senin 11 Juni 2012.

Tifatul mengatakan pihaknya sudah meminta kepada Malaysia untuk membatasi daya jaringan agar tidak melintasi batas negara.

"Power jaringan sudah kita minta jangan melintas," imbuhnya.

Jaringan telekomunikasi Malaysia yang sering masuk ke wilayah Indonesia membuat pengetahuan warga negara Indonesia di perbatasan lebih dominan tentang informasi Malaysia.

"Pernah saat di tanya, 'Siapa Presiden RI?' Mereka menjawab Tun Abdul Razak, padahal dia kan Perdana Menteri (Malaysia) lama," cerita Tifatul.

Pihak Kominfo sudah mengupayakan memasang progam koneksi di wilayah perbatasan.

"Dengan ini, problem ketidakpengetahuan ini bisa diminimalisir," katanya.

Tifatul berharap program Indonesia Connected 2012 bisa menyambungkan seluruh wilayah Indonesia. Konektivitas ini diharapkan dapat semakin menghubungkan informasi pusat dengan daerah.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
Indonesia Connected 2012, Indoeneis go open source 2012, MIMPI.!!!!
Balas   • Laporkan
yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,yang bodoh makin bodoh yang terbelakang makin jauh tertinggal.
Balas   • Laporkan
dancoz
12/06/2012
tifatul cuma sibuk ngurusin SMS yg akan naik biayanya.. bukan ngurusin hal yg lebih penting .. contohnya kaya gini, klo gw jadi presiden gw mo cabutin tuh ijin perusahaan asing dan gw kasi ke bangsa sendiri (kaya jaman soekarno)
Balas   • Laporkan
cool_down | 15/06/2012 | Laporkan
hadduh kyak nya gak gampang deh kalau instan butuh proses lama ni...
atheism | 12/06/2012 | Laporkan
kan negara kita udah terjerat kontrak dgn perusahaan asing mas. paling nunggu abz dlu kontraknya
delcom
12/06/2012
kalo sampe pak menteri tau warga kita tidak tau persiden kita siapa, artinya tugas pemerintah saat ini untuk memperhatikan warganya jauh dibawah standart, sebab mereka hanya taunya TUN ABDUL RAZAK, hahaha... tragis negeri ini...
Balas   • Laporkan
demamank
12/06/2012
Kejadian ini bukan salah Malaysia. Indonesia yang tidak mau urus perbatasan dengan negara lain.
Balas   • Laporkan
sutantantina
12/06/2012
Malaysia tidak salah, kita yang mestinya segera memberikan hak-hak rakyat, apalagi diperbatasan. Jangan sibuk saling menghujat karena politik, kapan ngurus rakyatnya Bapak-bapak YTH.
Balas   • Laporkan
yengkiyan8130 | 12/06/2012 | Laporkan
Betol la kete awak tu


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru