TEKNOLOGI

Tarif Sewa Frekuensi Blok 3G Melonjak

Pemasukan dari telekomunikasi sebesar 94 persen, sisanya dari televisi.

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 20:23 Karlina Octaviany, Amal Nur Ngazis
Tata kelola frekuensi blok ketiga 3G belum selesai, tapi tarif  sudah melonjak.
Tata kelola frekuensi blok ketiga 3G belum selesai, tapi tarif sudah melonjak.  

VIVAnews - Ketika negara lain sudah sibuk mengembangkan LTE, Indonesia masih berkutat dengan 3G. Tata kelola frekuensi blok ketiga 3G belum selesai, tapi tarif sewa frekuensi tersebut meningkat 20 persen dari tarif sewa sebelumnya.

"Sekarang tarifnya Rp200 miliar per kanal," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, di Hotel Sahid, Jakarta, Senin 11 Juni 2012.

Tifatul menjelaskan tarif sewa blok 3G sebelumnya Rp175 miliar per tahun. Dengan mengelola sewa frekuensi, Kominfo mampu menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp12,8 triliun pada 2011. Karena pencapaian tersebut, Kominfo diklaim menjadi kementerian penyumbang PNPB terbaik kepada kas negara. "Padahal anggaran untuk Kominfo saja Rp2,8 triliun," sambungnya.

Pada 2010, Kominfo tercatat menyumbang PNBP sebesar Rp10,5 triliun. Dengan memanfaatkan pengelolaan 12 blok 3G, Kominfo mentargetkan meraup PNPB Rp13-Rp14 triliun pada 2012.

Tifatul juga mengatakan pendapatan terbanyak yang diperoleh Kominfo berasal dari sektor telekomunikasi. Hasilnya jauh melampaui sektor penyiaran televisi. "Pemasukan dari telekomunikasi sebesar 94 persen, sisanya dari televisi, padahal masalah banyak di televisi," ujarnya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
gerrker
25/06/2012
wah kalo gini mah rugi bandar
Balas   • Laporkan
satriabanget99
14/06/2012
kenapa naik ya? padahal kualitas 3G masih kurang bagus deh
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru