TEKNOLOGI

Tifatul: Jangan Lebay Karena Biaya SMS Naik

"Orang nggak putus pacaran gara-gara terminasi."

ddd
Senin, 11 Juni 2012, 20:16 Karlina Octaviany
Menkominfo Tifatul Sembiring
Menkominfo Tifatul Sembiring (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, membantah adanya opini bahwa tarif terminasi SMS terlalu mahal. Menurut Tifatul, biaya terminasi tersebut sudah cukup sesuai.

"Itu lebay, jangan terlalu berlebihan. Orang nggak putus pacaran gara-gara terminasi. Adanya tarif terminasi tidak otomatis biaya SMS naik. Terserah operator karena operator bisa dapat dari yang lain," ujar Tifatul di Sahid, Jakarta, Senin 11 Juni 2012.

Biaya terminasi SMS tersebut dinilai Tifatul malah menjadi solusi berbagai persoalan. Salah satunya menekan SMS spam. "Juga supaya berkeadilan. Operator pengirim memberikan biaya terminasi kepada operator penerima jaringan," tambahnya.

Tifatul kembali menegaskan bahwa pihak Kominfo tidak mengurus mengenai tarif SMS. Ini menjadi wilayah operator. "Soal ke konsumen kami nggak ngatur. Kami hanya ngatur operator," ujarnya.

Biaya tersebut dinilai sudah melalui berbagai pertimbangan. Pada kesempatan tersebut Tifatul memberikan sinyal bahwa untuk lelang kanal ketiga 3G sudah mengerucut ke dua operator besar. Tapi, dia tidak bersedia menyebutkan siapa operator tersebut.

Tifatul menekankan prioritas kanal ketiga mempertimbangkan jumlah pelanggan dengan kebutuhan jaringan yang harus proporsional.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
anto.jr
22/05/2013
iyalah, jangan lebay. sms cuma 100 perak aja kok pada ribut..malu maluin kayak ga punya uang..wkwkwkwkkwkwkw
Balas   • Laporkan
Mentri ini ngawur kalo ngomong. Nggak dipikir, mungkin kalo individu seperti njenengan nggak masalah. bagaimana dengan pengusaha IT, yang menggantungkan dari SMS. Dari Partai mana sih njenengan.
Balas   • Laporkan
pastagigi | 22/05/2013 | Laporkan
anda sering dapat sms mama minta pulsa, tolong transfer...papa masuk rumah sakit. bagi anda yang cerdas gpp tapi bagi orang yang " minim pengetahuan" akan terkecoh. dari mana partai anda to?
gerrker
25/06/2012
yah selama masih kualiasnya bagus yah gpp
Balas   • Laporkan
hmfti-itb
20/06/2012
menteri..............
Balas   • Laporkan
satriabanget99
14/06/2012
iyalah, jangan lebay. sms cuma 100 perak aja :p
Balas   • Laporkan
anto.jr | 22/05/2013 | Laporkan
betul bro aku setuju, cuma 100 rupiah aja pada ribut..wkwkkwkwkw
davidfebriadi | 04/07/2012 | Laporkan
Kamu bilang cuman 100 kalo harus sms 1000x sehari sudah 100.000,- kamu bukan pebisnis. coba bayangkan kalo kamu dari yahoo. yang memberikan gratisan register sms. berapa orang yang daftar perharinya. Blegug!
vival
11/06/2012
"Terserah operator karena operator bisa dapat dari yang lain," ya operator dapatnya dari mana.balik2 kan ke rakyat lagi.konsumen operator itu rakyat pak...bego amat ya tu org..emg operator dapat subsidi dari pemerintah..mikir pake otak..
Balas   • Laporkan
gent
11/06/2012
menteri yg kagak ngerti IT jadiin orang nomer satu di Kominfo, jadine ya gini...mampus aje lo...!! WRONG MAN, IN WRONG PLACE!!
Balas   • Laporkan
fathirone
11/06/2012
bung jgan cma bisa liat ke atas!! jgan mentang2 eksekutif bikin kebijakan yg nekan rakyat kecil ya.. yg beginian ni pejabat yg ga tau diri, udah di percaya rakyat, malah nyengsarain rakyat.. kampr*t lu !!!
Balas   • Laporkan
lumpur_lapindo
11/06/2012
alah mulut penuh bau// pasti lo dibayar ma operator besar buat menyingkirkan operator lain yg banyak memberikan sms gratis setiap hari.. spam wajarlah .. ini masalah sepele soal spam kok harus naikin harga sms!! ini negara semakin sulit ditangan lo!
Balas   • Laporkan
dancoz
11/06/2012
klo u dan DPR di kasi sama negara utk biaya nlp /SMS jadi wajar adem ayem aja.. la gw kudu banting tulang dulu utk sms or nlp...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru