TEKNOLOGI

1 Juta Lebih Buka Situs Koruptor Indonesia

Hanya dalam 3 hari, situs ini sudah ada lebih dari 1 juta pengunjung.

ddd
Jum'at, 15 Juni 2012, 15:46 Karlina Octaviany
Korupedia, Ensiklopedia Online Koruptor Indonesia
Korupedia, Ensiklopedia Online Koruptor Indonesia (Korupedia)

VIVAnews - Semua berawal dari diskusi di Twitter. Seorang mantan mentri ditahan karena kasus korupsi. Setelah bebas, dia disambut meriah layaknya pahlawan oleh tokoh-tokoh partai hingga agama.

"Ini menunjukkan toleransi masyarakat terhadap koruptor sehingga korupsi susah diberantas," ujar aktivis antikorupsi, Teten Masduki yang memiliki akun Twitter @tmasduki.

"Orang dapat melupakan kejahatan yang merugikan negeri ini," imbuhnya ketika diwawancara VIVAnews pada Jumat, 15 Juni 2012.

Kegelisahan ini memicu inisiatif membuat ensiklopedia online koruptor Indonesia. Diskusi Twitter pun diwujudkan oleh tim relawan TI. Lahirlah Korupedia.org.

Teten mendirikan eksiklopedia online ini bersama Heru Hendratmoko, Natalia Soebagjo, Danang Widoyoko, Deva Rachman, Catharina Widyasrini, Aboe Prajitno, Billy Khaerudin, Alex Junaidi, dan Metta Dharmasaputra.

Relawan TI mengembangkan mesin sistem informasi. Untuk data, relawan dari LSM sudah siap mengelola hasil putusan pengadilan. Relawan LSM telah lama memantau pengadilan kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Ensiklopedia ini didedikasikan sebagai sebuah ensiklopedia terbuka tentang korupsi di Indonesia. Media online dipilih agar mudah diakses oleh siapapun, dimanapun,  kapanpun, dan murah. Informasi situs ini memuat tindak korupsi APBN/APBD, pemerasan, penggelapan, korupsi perbankan, gratifikasi, penyuapan, pungutan liar, dan penyalahgunaan wewenang.

Korupedia juga memajang daftar nama koruptor pada halaman muka. Teten menilai langkah ini bisa menjadi substitusi hukum yang lemah. Jika koruptor biasanya hanya menerima sanksi hukuman yang singkat, Korupedia memperpanjang dengan sanksi sosial.

Sumber data Korupedia berasal dari putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Dari data ini, dapat diketahui profil koruptor dan uraian perbuatan yang dilakukan sesuai dengan tuduhan.

Fokus data di Korupedia adalah profil para koruptor dan kasus-kasus korupsi yang mereka lakukan. Data yang masuk akan melalui proses verifikasi secara teliti sebelum dipublikasi di Korupedia.

Verifikasi yang ditangani tim Korupedia meliputi keputusan hukum, status koruptor, dan kategori kasus. Masyarakat juga bisa ambil bagian dengan menambahkan data seperti foto. Teten menjelaskan pihak Korupedia masih kesulitan melengkapi data korupsi di daerah.

Menurut Teten, situs Korupedia bisa menjadi referensi bagi semua pihak. Partai politik bisa mencegah kesalahan dengan tidak merekrut kader mantan koruptor. Investor asing juga bisa menjadikan rujukan dalam berurusan dengan pemerintah. Bahkan, Korupedia bisa menjadi bahan seleksi calon besan yang bebas korupsi.

"Kami sudah menyiapkan lebih dari 1.000 putusan yang bisa di-update pelan-pelan. Sekarang situs ini sudah ada lebih dari 1 juta pengunjung," ujar Teten.

Situs Korupedia telah menuai respon tinggi setelah peluncuran resmi pada Rabu, 13 Juni 2012. Teten menilai ini disebabkan masyarakat Indonesia jengah melihat koruptor dihukum sangat rendah, hanya kisaran dua tahun.

Menurut Teten, Korupedia akan terus dikembangkan. Situs ini diharapkan berumur panjang sehingga anak dan cucu para koruptor terus dapat melihat nama pendahulunya terpatri di sana.

"Orang makin takut korupsi. Karena sekecil apapun, dosanya akan tercatat seterusnya," cetus Teten.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
irwan.ind
20/06/2012
coba korupsi dihukum mati. . . . g akan ad lg yg korupsi . . .
Balas   • Laporkan
noera.sempurna
18/06/2012
sebenarnya yang dibutuhkan " BAGAIMANA SIH CARANYA MEMBERANTAS KORUPSI " solusi terbaik..mendidik mental anti korup....contoh sudah banyak cuma penyelesaiannya kurang tepat guna......sehingga kabur dan terus berlanjut dan berlanjut terus
Balas   • Laporkan
moga sesuai dg yang diharapkan
Balas   • Laporkan
ilkomb04
16/06/2012
menurut saya pembuatan situs ini keterlaluan, kalau anak cucunya dikasih tau kalo kakenya koruptor apa gak jatuh mentalnya, kalo mental cucunya kuat kemungkinan dia berbuat seperti kakeknya pasti lebih besar..gak usah keterlaluan gitu deh norak
Balas   • Laporkan
penonton_miris | 19/06/2012 | Laporkan
Napa sewot Gan? Apakah agan salah satu dari cucu masa lalu itu? Terimbas ya wajar karena ikut menikmati, minimal pernah nginap dibawah atap tidak dikolong jembatan, makan minum, sekolah, baju dll nya. Kalo tidak mau mewariskan aib, ya jangan lakukan. Sede
kakekmu
16/06/2012
gak jelas blass...
Balas   • Laporkan
wongndesa
16/06/2012
kasihan sekali... ini melanggar ham atau tidak ya?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru