TEKNOLOGI

Pisang Jadi Terapi Pangan untuk Gizi Buruk

Pakar bioteknologi mengembangkan pisang yang memiliki nutrisi lebih, Banana21.

ddd
Rabu, 20 Juni 2012, 08:37 Bayu Galih, Amal Nur Ngazis
Kandungan nutrisi di pisang bisa membantu mengatasi gizi buruk.
Kandungan nutrisi di pisang bisa membantu mengatasi gizi buruk. (Antara/ Musyawir)

VIVAnews - Kekurangan gizi merupakan salah satu dari tiga perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) setelah masalah HIV/AIDS dan malaria. Kekurangan gizi yang dimaksud yaitu kekurangan vitamin A, zat besi, zinc, yodium dan asam folat.

Masalah ini mengancam bagi negara-negara berkembang di dunia, salah satunya Uganda, negara di benua Afrika. Di Uganda, pisang merupakan makanan pokok. Konsumsi pisang satu orang Uganda rata-rata mencapai 1 kg per hari mengingat pisang merupakan makanan pokok di Uganda. Namun, kandungan nutrisi pisang di Uganda masih kurang.

Untuk memberikan solusi tersebut, Pakar bioteknologi asal  Australia, Profesor James Dale, mengembangkan pisang yang memiliki nutrisi lebih, Banana21, melalui modifikasi untuk dikonsumsi. Di Uganda terdapat dua masalah utama kekurangan zat gizi yaitu anemia yang disebabkan kekurangan zat besi(Iron deficiency anaemia/IDA) dan kekurangan vitamin A (Vitamin A deficiency/VAD).

Survei Demografi dan Kesehatan Uganda 2006 menunjukkan 15-32 persen anak-anak berusia kurang 5 tahun telah menderita VAD, 13-31 persen perempuan pernah mengalami VAD, 50-80 persen anak-anak di atas 5 tahun mengidap IDA dan 32-64 persen wanita mengalami IDA

Strategi Penyilangan Vitamin

Dale mengungkapkan strategi menyilangkan vitamin A ke dalam buah pisang yakni dengan meningkatkan jumlah beta karoten dalam pisang dengan cara modifikasi gen.  Beta karotin kemudian diubah menjadi vitamin A atau retinol dalam hati manusia. Manusia hanya mengubah vitamin A yang sesuai dengan diminta oleh tubuh.

Beta karoten merupakan pigmen berwarna oranye sangat berwarna melimpah pada tanaman dan buah-buahan. Senyawa ini setara dengan vitamin A yang dibutuhkan oleh tubuh. Beta karoten merupakan sumber yang sangat potensial dari vitamin A dan memiliki aktivitas vitamin A tertinggi dari semua karotenoid yang diketahui.

Vitamin A berperan penting dalam diferensiasi sel pada tubuh bayi. Selain itu, vitamin A penting untuk pertumbuhan yang normal dan menjaga keberadaan sel sehat dan membantu meningkatkan fungsi penglihatan. Di samping itu, Vitamin A juga berguna untuk melindungi sistem kekebalan tubuh anak dan meningkatkan ketahanan akan infeksi.

Dengan pisang hasil modifikasi gen, pihaknya mentargetkan pro-vitamin A dan zat besi dalam pisang dapat meningkat tiga kali lipat.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru