Desire VC, Senjata HTC Bidik Pasar CDMA
Ini merupakan produk CDMA pertama HTC di Indonesia.
HTC Desire VC (htc.com)
VIVAnews - Penggunaan smartphone di Indonesia tercatat berkembang secara signifikan. Meski begitu, belum banyak perangkat smartphone di Indonesia yang menggunakan jaringan CDMA.
HTC pun melihat potensi ini saat meluncurkan HTC Desire VC. Ini merupakan smartphone dengan dual SIM card, GSM, dan CDMA. Bagi HTC, ini juga produk CDMA pertama mereka di Indonesia.
Desire VC merupakan smartphone yang dual standby. Ini berarti kedua jaringan berjalan aktif secara bersamaan. Tapi, untuk jaringan data, SIM GSM hanya berjalan di jaringan GSM, dan tidak di EDGE/HSDPA/HSPA.
Ini menyebabkan koneksi data di Desire VC akan mengandalkan jaringan CDMA. Karena itu, HTC menggunakan Desire VC sebagai senjata untuk membidik pasar CDMA di Indonesia.
"Saat ini, di Indonesia banyak yang mencari smartphone CDMA dari prominent brand (merek terkenal). Mereka masih mengandalkan major brand," kata Head of Product Marketing HTC Indonesia, Samudro Seto, saat ditemui di kantor HTC Indonesia, Kamis, 21 Juni 2012.
Smartphone mid-end yang dibanderol seharga Rp2,99 juta ini pun memiliki spesifikasi yang terbilang baik. Seri Desire VC hadir dengan layar 4 inchi dengan ketipisan 9,5 mm, kamera 5 MP, prosesor 1 GHz Qualcomm dengan berat 118 gram.
Keberanian HTC
Seto menjelaskan, HTC melihat potensi pasar CDMA berdasarkan riset yang dilakukan mitra HTC, juga atas permintaan operator. "Banyak masukan, seperti dari Qualcomm, dan juga atas permintaan operator serta retailer," ujar Seto.
HTC mengaku tidak tergesa-gesa atau bahkan nekat saat meluncurkan Desire VC yang menyasar pengguna CDMA. Sebab, menurut Seto, HTC memahami bahwa perkembangan pasar CDMA di Indonesia terbilang stagnan.
"Tapi, ini tantangan bagi HTC. Dan yang ingin dikomunikasikan adalah HTC serius untuk menggarap pasar di Indonesia," ucap Seto.
Tapi, keberanian HTC ini juga didukung strategi penjualan yang direncanakan. Karena itu, HTC mendekati dua operator seluler CDMA besar, yaitu Esia dan Smartfren.
"Sambutannya positif, mereka antusias. Bahkan, ada yang menawarkan program penjualan. Karena itu, HTC berani masuk ke pasar CDMA," jelas Seto. (art)
- Info Momentum
- Misteri Puzzle yang Menyelimuti Antartica
- Tehnik Manusia Terbang dalam Pembuatan Piramida Mesir
- Rahasia Illuminati dalam Uang Rp.10ribu Indonesia
- Orang Aceh Misterius yang Menembak Jend. Kohler pada Zaman Penjajahan
- Misteri Hilangnya 13 Aktifis Menjelang Reformasi
- FOTO dan VIDEO: Festival Olahraga Gulat Gambia
- VIDEO: Behind The Scene Baby Julius di Popular


