TEKNOLOGI

Hacker Ubah Situs untuk Jual-Beli Online

Berbagai macam akan dijual di situs ini, dari senjata hingga manusia.
Selasa, 17 Juli 2012
Oleh : Bayu Galih, Amal Nur Ngazis
Ilustrasi hacker

VIVAnews - Serangan para peretas atau hacker ke sebuah website tidak hanya untuk bertujuan mengubah sistem website. Modus penyerangan terhadap sebuah website tertentu berpotensi dilakukan untuk menjadikan website sebagai tempat jual-beli online.

"Orang menyerang website pemerintah seperti situs Polri tujuannya bukan untuk mengubah sistem situs, tapi menggadaikan server ini sebagai pusat (host) pasar gelap," ujar Vice Chairman of Security and Operation ID-SIRTII, Muhammad Salahuddien, di Gedung BPPT, Selasa 17 Juli 2012.

Situs yang dibajak tersebut lalu dijadikan tempat jual beli online barang-barang ilegal. Berbagai macam dijual, mulai dari jual-beli senjata hingga perdagangan manusia.

"Jadi bukan hanya jual beli data saja. Saya pernah menemukan ada sebuah situs yang mengklaim dari Banten menjual virus flu burung," kata Shalahuddien.

Sistem jual beli online situs tersebut, katanya, mirip denga sistem jual beli online di Kaskus. "Ada kontaknya, ada penjaminnya, terus ada istilah trusted seller, recommended," ujarnya.

Untuk menekan hal-hal seperti ini, ia memaparan Kementerian Komuikasi dan Informatika sudah melakukan upaya dengan mengajukan RUU Tindak Pidana Teknologi Informasi untuk melengkapi UU terkait kejahatan dunia maya yang sudah ada.

"Sebenarnya KUHP cukup untuk menjerat, tapi kan harus delik aduan. Dengan aturan tadi, aparat dapat bergerak tanpa aduan," jelasnya.

Ia mengatakan mengingat aksi kejahatan di wilayah dinia maya meski secara definisi sama halnya dengan kejahatan di dunia nyata, namun berbeda penindakannya.

RUU tersebut, lanjutnya melengkapi UU ITE yang sebelumnya mengatur terkait segala transaksi elektronik, sedangkan RUU Tindak Pidana Teknologi Informasi mengatur tentang tindak pidana di dunia maya. "Termasuk di dalamnya tentang sanksi pidananya," ujarnya. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER