TEKNOLOGI

Satelit Hilang, Roket Proton-M Dibekukan

Roscosmos menunda peluncuran hingga penyebab diketahui secara pasti.
Rabu, 8 Agustus 2012
Oleh : Bayu Galih
ilustrasi peluncuran satelit

VIVAnews - Roket Proton-M milik Rusia gagal mengorbitkan dua satelit komunikasi, kemarin. Salah satu satelit komunikasi yang gagal mengorbit adalah Telkom-3 milik perusahaan plat merah bidang telekomunikasi, Telkom.

Laman Business Week mencatat, ini merupakan kegagalan keempat wahana luar angkasa Rusia dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Di situs resminya Roscosmos mengatakan, pendorong roket (booster) milik Proton-M disebut hanya berfungsi selama tujuh detik. Padahal, booster ini diprogram berjalan 18 menit 5 detik, di fase Briz-M.

Kantor berita Rusia RIA Novosti, mengatakan kegagalan ini menyebabkan Roscosmos akan menunda peluncuran yang dilakukan dengan roket Proton-M, hingga penyebab kegagalan berhasil diketahui secara pasti. Kabar ini didapat dari salah satu pejabat di industri peluncuran tersebut.

Sebelumnya, sejak Desember 2010 ada tiga peluncuran yang gagal dilakukan dengan menggunakan roket Proton-M. Sedangkan satu kegagalan lain adalah ketika wahana angkasa Progress mengalami kerusakan bahan bakar dan gagal mengorbit, Agustus tahun lalu. Progress menggunakan roket Soyuz, dan ini merupakan kegagalan pertama Progress yang telah diluncurkan sejak 1978.

Saat ini Rusia menguasai 40 persen pangsa pasar peluncuran pesawat luar angkasa. Adapun yang diangkut antara lain satelit komunikasi, juga perlengkapan untuk kosmonot/astronot di International Space Station.

Tiga kegagalan mengirim satelit ke orbit menyebabkan Kepala Badan Antariksa Rusia saat itu dipecat. Vladimir Popovkin pun diangkat sebagai Kepala Roscosmos yang baru, tahun lalu.

Tapi kini, tak lama setelah penunjukan Popovkin, Rusia kehilangan salah satu satelit telekomunikasi terbaiknya, Express-AM4, yang juga 'digagalkan' roket Proton-M. Tapi kali ini, salah satu korban Proton-M merupakan satelit milik Indonesia, Telkom-3. (eh)

 

TERKAIT
TERPOPULER