TEKNOLOGI

Kisah Astronot Muslim Salat dan Dengar 'Azan' di Luar Angkasa

Seperti apa menunaikan salat di luar angkasa? Saksikan videonya.

ddd
Rabu, 24 Oktober 2012, 07:11 Elin Yunita Kristanti, Amal Nur Ngazis
Sheikh Muszaphar Shukor, astronot asal Malaysia salat dan puasa di ISS
Sheikh Muszaphar Shukor, astronot asal Malaysia salat dan puasa di ISS (spaceflight.nasa.gov)

VIVAnews -- Ada simbol persatuan yang diperlihatkan dalam ritual haji. Di mana jutaan orang salat dengan serentak menghadap ke satu titik, Ka'bah. Namun bukan berarti menyembah batu kubus itu. Begitu pula yang dilakukan umat muslim di pelosok dunia. Salat menghadap kiblat.

Namun, salat tak hanya dilakukan di Bumi. Penjelajahan manusia ke luar angkasa memungkinkan ibadah wajib umat Islam itu dilakukan di luar angkasa. Entah sebagai astronot mengemban tugas negara dan ilmu pengetahuan, atau sebagai turis.

Lantas yang jadi pertanyaan, menghadap ke mana jika seorang muslim berada di luar Bumi?

Pertanyaan itu pernah mengemuka saat astronot pertama asal Malaysia, Sheikh Muszaphar Shukor pergi ke luar angkasa 10 Oktober 2007 lalu, menumpang pesawat luar angkasa Rusia, Soyuz.

Perjalanan Shukor ke luar angkasa selama enam hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bertepatan dengan Bulan Ramadan. Ia seorang muslim taat yang ingin menunaikan kewajiban salatnya tetap menghadap Mekah.

Itu yang menjadi masalah, ISS yang mengorbit 220 mil atau sekitar 354 kilometer di atas permukaan Bumi, di mana kiblat berubah dalah hitungan detik. Arah Ka'bah bahkan bisa berubah 180 derajat hanya dalam sekali salat.

Lembaga Antariksa Malaysia, Angkasa langsung menggelar sebuah konferensi yang diikuti 150 ilmuwan Islam untuk memecahkan masalah ini. Hasilnya, panduan beribadah di ISS yang disetujui komisi fatwa negeri jiran, kiblat bisa ditentukan berdasarkan "peluang" para astronot. Prioritasnya, dari yang utama adalah: Ka'bah, proyeksi Ka'bah, Bumi, menghadap ke manapun.

Jangankan tepat menghadap Ka'bah, menentukan proyeksinya pun tak semudah yang dibayangkan. Meski demikian, ibadah Shukor berjalan lancar. Ia bahkan menjadi muslim kesembilan yang membuktikan bahwa berada di angkasa bukan alasan untuk tak melaksanakan ibadah salat, juga puasa Ramadan. Saksikan videonya di tautan ini.

Bahkan Shukor mengaku berjumpa dengan keajaiban. "Setiap orang yang berkesempatan ke luar angkasa akan merasakan sebuah keajaiban. Selama perjalananku yang bertepatan dengan Ramadan, aku seperti mendengar suara azan di Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata dia dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency (AA).

Dia menjelaskan, astronot lainnya tidak tahu tentang azan. "Tapi aku mendengar panggilan itu secara fisik, nyata. Anda mungkin tak akan terkekut jika mendapat pengalaman seperti saya ketika berada di luar angkasa, saat Anda merasa begitu dekat dengan Allah di setiap detiknya."

Seperti halnya astronot lain, Shukor merasakan pengalaman spiritual saat melihat betapa kecilnya Bumi. Dan tak habis pikir bagaimana manusia bisa saling membunuh di dalamnya.

Dari atas langit ia juga melihat dampak polusi udara, bagaimana dunia berubah secara negatif seperti lapisan ozon yang makin lama makin rusak dan bolong.

Sebelum Shukor menjejakkan kakinya ke luar angkasa. Sejarah mencatat, astronot muslim pertama mengangkasa pada 17 Juni 1985. Sultan Salman Al Saud, namanya,ikut dalam misi ruang angkasa STS-S1G menggunakan pesawat Discovery milik Amerika Serikat.

Sementara Anousheh Ansari asal Iran menjadi wanita muslim pertama yang terbang ke luar angkasa.

Pada 18 September 2006, beberapa hari setelah ulang tahunnya ke 40, dia terbang ke angkasa. Hebatnya, dia membiayai sendiri perjalanannya itu.

Sumber: Wired, World Bulletin



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
sibermetri
10/11/2012
sholat dan haji dalam pelaksanaan nya adalah ibadah yg membutuhkan arah. dalam hal ini batu kubus bernama ka'bah itulah yg menjadi panduan arahnya.
Balas   • Laporkan
kiotu
09/11/2012
Ujung2nya jadi bikin yg komen pada ribut....nyangkut2 sara pula....menyedihkan
Balas   • Laporkan
vatsodagama
24/10/2012
Subhaanallooh
Balas   • Laporkan
syaugibsa
24/10/2012
Halusinasi gimana tong? Neil Amstrong juga denger Azan disana. Nggak tau ya? kacian deh lu tong
Balas   • Laporkan
neosack | 24/10/2012 | Laporkan
yg bener mendengar azan mas ?? suara gak akan merambat kalo ga ada udara mas aplgi jarak bulan dan bumu ratusan ribu kilometer, pasti liat di mbah youtube yah ?
ayem
24/10/2012
fren.. bukannya itu halusinasi saja? ko diimani!!?? wedew!!
Balas   • Laporkan
riopii | 25/10/2012 | Laporkan
parah ni ga pernah baca berita asal komentar,, jelas2 berita sebelumnya pernah mengungkap suara yang terdengar di sekitar orbit bumi,, preeett bgt ga punya otak..hahaha
pedietto | 24/10/2012 | Laporkan
qiqiqii..halusinasi?? (emangnya Novi, model yg nyruduk orang pake Jazz)
damaraskaarya | 24/10/2012 | Laporkan
Biasa'lahh, orang kafir kl tau kebenaran agama lain y ky gt, bingung cari alasan untuk ingkar... :D
maafdewa
24/10/2012
Subhanallah, Ya Allah yang maha kuasa lagi maha penyanyang, Aku kepengen juga seperti astronot itu keangkasa melihat alam semesta ciptaanmu. tolong Ya Allah izinkan hambamu ini suatu saat pergi kesana. amin
Balas   • Laporkan
neosack | 24/10/2012 | Laporkan
norak, kya baru punya agama ajah loe
fazhaji78
24/10/2012
Subhanallah.... "Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al Quran 2:115)
Balas   • Laporkan
unad234
24/10/2012
koment yang dangkal pemikirannya terlihat selalu mencibir atas kemajuan umat muslim, sama dengan PENJAJAH BELANDA yang selalu berusaha orang muslim selalu terbelakang,bodoh dan miskin
Balas   • Laporkan
olive.oil | 24/10/2012 | Laporkan
iya..iya..'agama dari penjajah' pantesan otaknya pada kayak penjajah jg..haha8x
moviester
24/10/2012
waw... istimewa
Balas   • Laporkan
afid
24/10/2012
kun19, safiyah : bacalah Al-Quran....maka ilmu kalian bertambah luas, kalau komen jgn terlihat betapa dangkalnya pikiran kalian
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com