TEKNOLOGI

Serpihan Meteor Rusia Terus Diburu

Fragmen itu dijual Rp38,6 juta per potong.

ddd
Selasa, 19 Februari 2013, 10:37 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
Polisi Rusia menjaga lokasi yang diduga tempat mendaratnya meteor
Polisi Rusia menjaga lokasi yang diduga tempat mendaratnya meteor (REUTERS/Chelyabinsk region Interior Ministry/Handout)

VIVAnews - Para ilmuwan akhirnya menemukan pecahan-pecahan meteorit yang menghantam wilayah Ural, Rusia, pada Jumat pekan lalu. Pecahan-pecahan itu ditemukan di Danau Chebarkul, Kota Chelyabinsk.

TheVoiceofRussia melansir, 18 Februari 2013, seorang anggota parlemen Rusia mengatakan, saat ini Danau Chebarkul menjadi daya tarik utama para wisatawan di Rusia.

"Sekitar 70 kilometer dari kota Rusia, ada sebuah danau yang indah. Tempat meteor itu jatuh. Orang-orang datang ke danau ini untuk menyelam dan mencari fragmen-fragmen dari meteor itu," kata anggota parlemen tersebut.

Sementara beberapa peneliti mengatakan, meteor yang meledak terbelah menjadi tujuh potongan besar dan ratusan yang kecil. Salah satu fragmen besar jatuh ke Danau Chebarkul dan membentuk sebuah lubang es seluas delapan meter.

Saat ini, banyak orang-orang yang berburu fragmen meteor untuk dijual dengan harga mahal. Di Internet, telah terjadi tawar menawar beberapa saat setelah meteor jatuh, para pembeli mencari fragmen meteor yang asli untuk dijual di acara lelang.

Beberapa penjual dilaporkan berani membeli fragmen meteor seharga US$4.000 per potong, atau setara Rp38,6 juta. Sampai hari ini, banyak para calon pembeli yang berbondong-bondong datang ke lokasi jatuhnya meteor untuk membeli meteor dari penduduk setempat.

Bahkan, ada satu penjual berhasil mendapatkan fragmen meteor seberat 269 gram dari sebuah reruntuhan pabrik. Ia menemui serpihan meteor itu setelah mencium bau belerang yang sangat tajam. Namun, tidak diketahui berapa harga jualnya.

Kandungan Mineral

Sementara itu ada penjual lain mengaku telah memboyong 200 kilogram fragmen meteor yang ditemukan di dekat sebuah danau di kota Chelyabinsk. Namun, tidak diketahui wujud dan berapa harganya.

Sejumlah perusahaan ruang angkasa melihat asteroid sebagai sumber daya masa depan, karena kandungan mineral di dalamnya bisa digunakan untuk memasok bahan bakar pesawat luar angkasa dalam melakukan misi antarplanet.

Selain itu, kandungan logamnya bisa digunakan untuk membangun dan memperbaiki satelit di luar angkasa. Asteroid 2012 DA14 misalnya, yang baru saja melewati Bumi pada Sabtu lalu, ditaksir memiliki nilai sebesar US$195 miliar, atau tepatnya setara Rp1.884 triliun. (ren)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com