TEKNOLOGI

Bandara Baru Ngurah Rai Mampu Tampung 25 Juta Penumpang

Perluasan terminal internasional bandara ini rampung Agustus 2013.
Selasa, 19 Maret 2013
Oleh : Dwifantya AquinaBobby Andalan (Bali)
Bandara Ngurah Rai, Bali.
VIVAnews - Perluasan Bandara Ngurah Rai, Bali, dipastikan selesai tepat waktu. Penumpang penerbangan domestik diharapkan sudah dapat menikmati terminal baru itu pada 3 Juli 2013.

Sementara itu, untuk terminal internasional, menurut Pimpinan Proyek Perluasan Bandara Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, resmi beroperasi pada 9 Agustus 2013.

Yanus pun memastikan, saat perhelatan KTT APEC berlangsung, para delegasi dan peserta pertemuan terbesar itu sudah dapat menikmati wajah baru Bandara Ngurah Rai dengan nyaman.

"Saat pertemuan KTT APEC semua sudah beroperasi," kata Yanus saat menerima rombongan anggota DPR RI dan Wakil Gubernur Bali, Selasa 19 Maret 2013.

Yanus mengatakan, saat ini, proses pengerjaan sudah mencapai 61 persen. Rata-rata konstruksi sudah selesai, karena sudah dikerjakan sejak lama.

"Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan kalau konstruksi bandara tidak siap untuk dipakai. Akhir Agustus kami sudah mapan," tambah dia.

Untuk pertumbuhan pesawat, Yanus menyebutkan, rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5-7 persen di lingkungan domestik dan internasional. "Untuk penumpang 15 persen pertumbuhannya. Daya tampung 25 juta," tuturnya.

Sementara itu, anggota DPR RI, Nyoman Dhamantra, menuturkan, kesiapan pertemuan KTT APEC sangat penting. "Jangan sampai KTT APEC yang menjadi etalase Pulau Bali persiapannya berantakan," kata dia.

Dhamantra mengatakan, selama ini pihaknya bersama Wakil Gubernur Bali, Anak Agung Ngurah Puspayoga, terus berkoordinasi untuk memantau persiapan pembangunan infrastruktur guna persiapan KTT APEC. "Pak Puspayoga sangat konsen dengan persiapan KTT APEC. Tadi, kami juga bersama-sama meninjau jalan tol. Kami akan monitoring terus," kata Dhamantra.

Meski ada beberapa pengecualian, Dhamantra optimistis pengerjaan infrastruktur sarana pendukung pertemuan KTT APEC akan tepat waktu. "Mereka bekerja dengan jadwal. Meski ada deviasi, tapi masih bisa ditolerir. KTT APEC harus kita sukseskan," katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Nusyirwan Soejono mengatakan, segala sesuatu yang berhubungan dengan sarana KTT APEC harus mengikuti ketentuan nasional. "Semua datang ke sini, maka harus mengikuti ketentuan internasional. Karena mereka sangat perhatian terhadap hal itu," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Anak Agung Ngurah Puspayoga berharap kepada PT Angkasa Pura I agar bisa mengoptimalkan produk lokal Bali untuk dijajakan pedagang di lingkungan bandara.

"Kami berharap produk lokal diprioritaskan ketimbang lainnya. Misalnya buah. Ya, buah lokal yang mesti dikedepankan, bukan buah impor. Bali punya kualitas produk buah yang bagus," katanya. (art)
TERKAIT
TERPOPULER