TEKNOLOGI

Kominfo: Sebar SMS 'Sayang', Operator Bisa Diseret

Dalam sehari, korban bisa lima kali dapat pesan mesra tersebut.

ddd
Rabu, 27 Maret 2013, 15:21 Muhammad Chandrataruna
Dalam sehari, pelaku bisa mengirimkan 5 SMS mesra yang sama pada mangsanya. (ilustrasi)
Dalam sehari, pelaku bisa mengirimkan 5 SMS mesra yang sama pada mangsanya. (ilustrasi) (REUTERS)

VIVAnews - Setelah SMS 'Papa-Mama Kirim Pulsa' dan SMS 'Transfer Uang', kini pelanggan telekomunikasi seluler diusik lagi dengan penipuan SMS gaya baru: SMS 'Sayang'.

Modusnya tidak jauh berbeda. SMS 'Sayang' juga mengelabui pelanggan dengan mendorong mereka untuk menghubungi nomor premium yang dicantumkan di SMS.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pelanggan bernama Henny, 25 tahun, warga Jakarta Selatan mengaku sering menerima SMS bernada mesra itu. Pelaku mengirimkan SMS dengan nomor yang selalu berbeda. Dalam sehari, dia bisa lima kali mendapatkannya.

Ini salah satu bunyi SMS yang meresahkan itu. "Ini aku Nia, aku pengen ketemu sama kamu. Kapan kamu ada waktu? Aku lagi kesepian banget, butuh kamu. Telepon aku ke no 08091222122 yah. Aku tunggu!"

SMS ini dikirim melalui nomor 087889345294.

Karena penasaran, Henny pernah mengajak teman prianya untuk menghubungi nomor premium yang tertera di SMS tersebut. Ketika dihubungi, terdengar suara menggoda dari seorang perempuan, yang kemungkinan besar berasal dari mesin penjawab.

"Perempuan itu mengajak bicara dan langsung menuju ke hal-hal yang intim seperti itu. Baru bicara dua menit pulsa saya langsung terpotong hampir Rp40 ribu," ucapnya.

Tanggung jawab operator

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, penipuan SMS dengan modus seperti ini termasuk baru. Jika memang sudah mengganggu kenyamanan dan privasi pelanggan, itu merupakan tanggung jawab operator.

"Ini termasuk keluhan konsumen, operator harus cepat tanggap. Cek nomor tersebut, kalau mengganggu ya blokir," ujar Gatot kepada VIVAnews, Rabu 27 Maret 2013.

Kebijakan yang mengatur hal ini sudah ada, yaitu Peraturan Menteri Kominfo No. 01/PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa PesanSingkat (Short Messaging Service/SMS). Seyogyanya, kata Gatot, perusahaan content provider (CP) lebih bertanggung jawab.

"Selama ini (layanan premium) memang tidak kami blokir, tapi hanya ditata ulang. Bagi yang mengirimkan SMS berbau mesum, pornografi, dan penipuan, harus diperingatkan," Gatot menegaskan. "Operator juga bisa kena, karena mereka turut memfasilitasi. Jika isu ini tidak mereda, maka kami akan tindak." (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com