TEKNOLOGI

Tren Big Data di Indonesia, Apa Kata IBM?

Cloud computing dan konsolidasi server akan jadi primadona.
Rabu, 27 Maret 2013
Oleh : Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Green data center IBM

VIVAnews - Pada era perkembangan data yang kian booming, atau big data, memberi konsekuensi solusi teknologi yang memudahkan pengaturan data tersebut.

Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo memaparkan beberapa teknologi yang akan moncer pada era big data ini.

"Saya lihat yang akan hot itu cloud computing (komputasi awan)," jelas Suryo, usai menandatangani kerja sama IBM Indonesia dengan Telkomsigma, di Jakarta, Rabu 27 Maret 2013.

Cloud computing adalah solusi TI melalui mekanisme komputasi awan, yang memungkinkan user menggunakan ataupun menyewa layanan IT, sedangkan pengelolaan infrastruktur, platform, maupun aplikasi IT services dilakukan oleh provider. Dengan teknologi ini, pengguna data lebih leluasa dalam mengakses data.

Suryo menambahkan, teknologi lain juga berpotensi saat ini adalah server konsolidasi. Konsep server ini mengedepankan penyederhanaan server yang terpencar menjadi server tunggal, agar menghemat biaya operasional dan mempermudah perawatan.

"Misalnya, Anda punya 16 cabang perusahaan. Masing-masing punya server. Kalau saja dijadikan satu server, tentu akan lebih praktis," katanya.

Tren Data Center

Pada era data ini, Suryo membeberkan rencana IBM untuk masuk ke lini penyedia layanan aplikasi. Konsepnya, perusahaan teknologi dunia ini mengembangkan aplikasi simpel yang bersahabat dengan pengguna.

"Aplikasi e-mail, pengguna personalia, pokoknya mudah digunakan, dan mereka bayar per penggunaan aplikasi," paparnya.

Suryo juga memprediksi, formulasi data center yang terintegrasi adalah formula bisnis data center yang paling efisien di masa depan.

"Yang sukses nanti bukan yang menjual operasional data center, tapi yang dapat menggabungkan kebutuhan pelanggan," ujarnya.

Digandeng Telkomsigma

Telkomsigma dan IBM Indonesia bekerja sama mempersiapkan dan mengoperasikan data center dengan spesifikasi tier 3 dan tier -4. Sedangkan, konsep smart data center yang dikembangkan, yaitu data center yang mempunyai standar efisien energi tertinggi untuk menjamin pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Data center tier -3 dan tier-4 akan dirancang menyediakan uptime optimal sehingga dapat menjadi host untuk sistem inti serta surrounding system yang penting milik para pelanggan.

Data center ini juga memanfaatkan alat analitik sehingga dapat merasionalisasi instruktur TI, efisiensi operasional, menekan biaya operasi.

11 Negara

Anak perusahaan Telkom, Telkomsigma mulai mengekspansi pengoperasian data center besutannya ke pasar luar negeri. Dengan menggandeng IBM, Telkomsigma menargetkan ekspansi data center di 11 negara.

"Pertama, kami akan masuk di Singapura. Kita sudah punya data center dekat Bandara Internasional Changi," jelas Judi Achmadi, Direktur Utama Telkomsigma di tempat yang sama.

Judi berharap, operasi smart data center di Singapura dapat menyedot perhatian perusahaan multinasional yang mengadu nasib di Negeri Singa ini.

Namun, Judi enggan menyebutkan secara detail negara yang menjadi incaran Telkomsigma. Ia menjelaskan, untuk masuk ke pasar data center di luar negeri, prioritas yang dilakukan adalah memenangi tender aplikasi di negara yang akan dituju.

"Kami sudah menang lelang aplikasi di Hong Kong, juga di Timor Leste," aku Judi. "Kini saatnya mengembangkan pasar ke negara-negara lain."

TERKAIT
TERPOPULER