TEKNOLOGI

Arktik Terancam, Greenpeace Bikin Kapsul Waktu

Kapsul waktu akan berada di dasar laut, dan muncul di tahun 2050.

ddd
Senin, 8 April 2013, 15:48 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Pemandangan di bongkahan es Kutub Utara
Pemandangan di bongkahan es Kutub Utara (Reuters/Francois Lenoir)
VIVAnews - Organisasi lingkungan dunia, Greenpeace hari ini memulai kampanye penyelamatan kawasan Kutub Utara, Arktik, dengan meluncurkan ekspedisi ke wilayah es itu.

Dalam ekspedisi yang berlangsung 5-14 April ini, Greenpeace siap memasang kapsul waktu sebagai pesan untuk perlindungan wilayah Arktik dari eksplorasi perusahaan minyak dan industri perikanan.

Dikutip laman Savethearctic.org, 8 April 2013, eksplorasi tersebut mengancam eksistensi es di Arktik, yang berdampak pada keseimbangan ekosistem dunia.

Kapsul ini berbentuk bola bulat. Bingkainya terbuat dari titanium, materi logam ringan yang lebih kuat dari baja, termasuk semua baut dan mur.

Bola kapsul ini dilingkari cincin titanium yang bertuliskan
'Project Aurora 2013, Save the Arctic' dan kutipan dari penulis dan aktivis lingkungan dan HAM India, Arundhati Roy: "Another world is not only possible, she is on her way. On a quiet day, I can hear her breathing."

Bagian jangkar kapsul terbuat dari besi. Material ini akan ada di lingkungan dasar laut Kutub Utara. Diperkirakan sekitar tahun 2050, besi itu akan berkarat, dan kapsul akan muncul ke permukaan.

Pada waktu tersebut, peradaban manusia diminta untuk mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 80 persen, agar terhindar dampak terburuk dari perubahan iklim.

Bagian bola kaca terbuat dari material tinggi, yang tahan dengan tekanan terkuat di perairan dalam.

Bola kaca dan bingkai titanimum memiliki daya apung positif, sehingga melayang melebihi jangkar di Samudera Arktik. Bagian dalam bola kaca merupakan ruang vakum.

Sementara bagian dalam bola itu terdapat ruang untuk menyimpan depalan kaset yang dilapisi dari titanium juga.

Kaset tersebut menyimpan 2,7 juta tanda tangan atau petisi yang menolak eksplorasi Arktik. Untuk membaca deklarasi itu, sebuah mikroskop disediakan untuk membaca nama-nama yang tercantum.

Tak hanya itu, terdapat juga USB yang berisi tanda tangan 4.500 PDF serta bendera kain Satin yang melambangkan masa depan.

Satin merupakan jenis kain yang ditenun menggunakan teknik serat filamen, sehingga memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin. Teks dan ilustrasi itu diukur dengan laser berteknologi tinggi.

Di bagian paling atas kapsul, terdapat bendera yang terbuat dari titanium. Bendera ini dirancang oleh Sarah Batrisyia, gadis Malaysian Girl Guide berusia 13 tahun pemenang kompetisi global yang diselenggarakan Greenpeace dan World Association of Girl Guides dan Girl Scouts.

Ikon fashion bendera ini dipilih oleh desainer terkenal asal Inggris, Vivienne Westwood. Bendera dimaksudkan untuk melambangkan harapan, persatuan, dan perdamaian global.

Bagi Anda yang mengkhawatirkan masa depan Arktik dan  ingin mendukung ekspedisi ini, Greenpeace membuka petisi untuk melindungi Arktik dari pengeboran minyak lepas pantai serta industri pencemaran laut Arktik.

Petisi ini menargetkan lima juta tanda tangan. Untuk mengisi petisi silakan melalui tautan savethearctic.org. (umi)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com