TEKNOLOGI

Bioplastik Anti Semut Karya Siswa RI Siap Unjuk Gigi

Inovasi ini akan diadu dengan karya 1.500 siswa di Arizona, AS.

ddd
Rabu, 8 Mei 2013, 15:10 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Semut (ilustrasi)
Semut (ilustrasi) (dailymail.co.uk)
VIVAnews - Indonesia kembali unjuk gigi di ajang sains internasional, International Science and Engineering Fair (ISEF) 2013, 12-17 Mei 2013 di Arizona, AS, yang disponsori oleh Intel.

Indonesia kali ini mengirimkan lima delegasi peneliti cilik dalam tiga kelompok penelitian. Salah satunya adalah bioplastik anti semut karya siswa SMAIT Insantama Bogor, karya Muhammad Imaduddin Siddiq.

Ditemui di Kemendikbud, 7 Mei 2013, Siddiq mengatakan wadah plastik anti semut ciptaannya memanfaatkan limbah cangkang telur. Manfaat plastik ini bagi lingkungan yaitu mudah terdegradasi di dalam tanah, pasalnya terbuat dari material yang ramah lingkungan.

Bioplastik dibuat dari saripati singkong dan gliserin serta ditambahkan cangkang telur dengan tingkat konsentrasi tertentu. Setelah diuji bioplastik dengan konsentrasi cangkang telur 60 persen, maka manfaat anti semut mulai muncul.

Memang, saat ini bentuk bioplastik masih berupa lembaran saja, belum berbentuk wadah. Tapi, ke depan Siddiq punya rencana. "Saya akan melanjutkan bioplastik dalam bentuk gelas, piring maupun tempat makanan lainnya," katanya.

Laboratorium yang digunakan Imaduddin untuk meneliti wadah makanan antisemut. (umy.ac.id)

200 Semut

Ada cerita unik sepanjang uji coba bioplastik karyanya, yaitu mengumpulkan semut dalam sampel bioplastik. Satu sampel bioplastik diisi 200 semut rumah, sementara Siddiq menguji 26 sampel. Untuk mendapatkan semut sejumlah itu, ia harus bekerja ekstra dibantu beberapa temannya.

"Sampai harus buat jebakan semut, cari sarangnya juga," kisah Siddiq, yang mengaku baru pertama kali ikut kompetisi inovasi.

Soal ide inovasi ini, Siddiq mengaku muncul ketika ia sering terganggu dengan semut saat begadang. Hingga akhirnya ia berkonsultasi dengan beberapa teman yang mengetahui tentang bahan anti semut. "Sebelumnya, saya juga lihat cangkang telur disebarkan ke tanaman untuk menangkal semut," kata dia.

Di Arizona, Amerika Serikat, Siddiq akan mempresentasikan inovasinya di depan 1.500 pelajar dari seluruh dunia.

Selain Siddiq, dua kelompok lainnya yang turut dalam ISEF 2013 itu yakni
Jovita Nathania, Maria Christina Yolenta Lestari, Rosinta Handinata dengan judul penelitian Having Fun Learning about Coral, serta Hani Devinta Sari dari SMA Negeri 63 Jakarta dengan judul riset Magic Test Paper: Formaldehyde Test Kit Derived from Natural Blue Pigment of Clitoria ternatea Flower Extract.

Kelima delegasi Merah Putih telah memenangi LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja) yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (eh)


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com