TEKNOLOGI

Konsep Mobil Terbang Buatan Indonesia

Bisa terbang di ketinggian maksimal 600 meter dan melaju 60-70 Km/jam.

ddd
Selasa, 25 Juni 2013, 00:34 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
Konsep mobil terbang buatan Indonesia
Konsep mobil terbang buatan Indonesia (VIVAnews/Tommy Adi Wibowo)

VIVAnews - Di pameran dan peluncuran produk teknologi hankam dan kedirgantaraan yang digelar Kementerian Riset dan Teknologi dalam rangka menyambut peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas), flying car atau mobil terbang buatan anak bangsa turut unjuk gigi.

Prototipe mobil terbang ini memiliki kemampuan untuk berjalan di darat dan terbang di langit dengan menggunakan lima baling-baling.

"Pengembangan mobil terbang ini menelan dana cukup mahal, sekitar dua miliar rupiah. Sementara untuk pembuatan mulai dari desain, prototipe, dan tes terbang menghabiskan dana sekitar 500 juta rupiah," kata Yudoyono Kartijo, Peneliti Center of Unnamed System (Centrums) Institut Teknologi Bandung (ITB), di Jakarta.

Saat ini, Yudoyono menambahkan, mobil terbang masih berbentuk prototipe. Dan, ke depannya akan dikembangkan menjadi ukuran yang lebih besar.

"Mengingat biaya pembuatan mobil terbang yang tidak murah, maka saat ini ITB bekerja sama dengan salah satu universitas di Jerman untuk pembuatan versi besar," terang Yodoyono.

Mobil terbang karya ITB ini didesain berpenumpang empat orang dan sistem terbang Quad-Rotor. Untuk bisa terbang, mobil tidak memerlukan landasan karena menggunakan sistem vertical take-off.

Soal daya terbang dan kecepatan, mobil terbang ini memiliki kemampuan terbang sampai ketinggian 600 meter dengan kecepatan 60-70 Km per jam.

Selain mobil terbang, ITB juga menampilkan Hexarotor, yaitu wahana terbang dengan multi-rotor atau banyak baling-baling yang sudah dilengkapi dengan kamera dan video, GPS, TV monitor untuk pemantauan, dan menggunakan baterai Lithium Polimer.

Hexarotor, wahana terbang multi-rotor buatan ITB

Penampakan Hexarotor di  pameran dan peluncuran produk teknologi hankam dan kedirgantaraan. (VIVAnews/Tommy)

Menurut Rully, pilot Hexarotor dari Komunitas RC Aeromodelling Bandung, Hexarotor memiliki kemampuan yang bermacam-macam, mulai dari pengawasan, fotografi, dan sebagainya.

"Pesawat mini enam baling-baling ini mampu terbang sampai ketinggian 170 meter, kekuatan terbangnya sampai 10 menit, mampu mengangkut beban sekitar satu kilogram, dan dioperasikan dengan remote control," jelas Rully.

"Hexarotor sudah digunakan untuk melakukan pengawasan lokasi bencana, syuting video, dan pemotretan jarak jauh. Bahkan, Hexarotor sudah pernah digunakan oleh Densus 88 untuk pemantauan teroris di Bandung," ujar Rully.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
good job, semoga dana riset ditambah pemerintah, (setelah bayar cicilan utang LN)
Balas   • Laporkan
kromo
25/06/2013
Kembangin itu aja para teknolog kedirgantaraan : Pesawat mata-mata tanpa awak.
Balas   • Laporkan
Mimpi ! tapi Fak Hukum Univ Tama Jagakarsa tak mau bermimpi maka buktikan dg daftar segera pasti dibagikan Paket buku kuliah gratis,tujuannya agar makin banyak warga yg melek Hukum
Balas   • Laporkan
tojul
25/06/2013
mantaaap karya anak bangsa.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com