TEKNOLOGI

5 Syarat Industri Kreatif Online Bisa Maju

"Nilai tambah Internet di Indonesia belum digali," kata Mari Elka.

ddd
Rabu, 3 Juli 2013, 15:49 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Pertumbuhan akses Internet Indonesia terus tumbuh seiring penetrasi ponsel yang semakin luas oleh kalangan pengguna gadget Tanah Air.

Namun demikian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, memandang optimalisasi nilai tambah penggunaan Internet belum digarap.

"Memang kita telah terkoneksi (Internet), tapi nilai tambahnya belum digali secara optimal," ujar Mari dalam sambutannya, di sela acara Indonesia Innovates yang diselenggarakan Google Indonesia, Jakarta, hari ini.

Untuk itu, pihaknya telah mengidentifikasi lima isu yang berdampak pada optimalisasi nilai tambah penggunaan Internet itu.

Lima isu mencakup pengembangan sumber daya dan teknologi, pengembangan industri kreatif skala ekonomis, akses ke finansial agar mendapatkan pembiayaan yang mudah, akses ke pasar agar produk bisa dijangkau, dan dukungan kelembagaan, seperti jaminan Hak Kekayan Intelektual dan iklim kondusif.

Bagaimana maksudnya?

Menurut Mari, meski membangun jaringan dan ide lewat online, pelaku indutri kreatif online tetap harus melangsungkan acara offline atau kopi darat.

"Inovasi butuh jaringan dan kolaborasi komunitas kreatif. Jika saling bertemu, bisa punya produk yang jauh lebih hebat," tambahnya.

Produk industri kreatif digital, lanjut Mari, juga harus semakin terjangkau dari skala ekonomi agar bisa tercapai semua kalangan, bisa meledak di pasar.

"Broadband (Internet pita lebar) memang penting, karena mendukung kecepatan. Tapi volume dan biaya juga penting," ujarnya.

Untuk itu, sebagai bentuk dukungan kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah menginisasi suatu wilayah khusus bagi komunitas kreatif, layaknya Sillicon Valley di AS. Ia juga merujuk contoh pada pengelolaan komunitas kreatif di London.

"Di London, pemerintah dukung suatu tempat pengembangan (perusahaan) startup untuk berkantor di suatu kompleks. Infrastruktur disubsidi dan jika sudah mapan akan dipindah ke lantai lain," terang Mari.

Namun, Mari belum bersedia menyebutkan lokasi wilayah pengembangan startup yang dimaksud.

Menjaring komunitas kreatif

Indonesia Innovates memberikan penghargaan dan apresiasi kepada pelaku inovator yang memanfaatkan jaringan Internet dalam menciptakan peluang dan memberi solusi sosial ekonomi.

Rudy Ramawy, Country Head Google Indonesia mengatakan, acara ini bukan sebuah ajang kompetisi, tapi lebih kepada pemilihan suatu kelompok yang berhak mendapat penghargaan karena memberikan dampak positif yang luas.

"Acara ini untuk menggiatkan inovasi, meningkatkan budaya inovatif dengan menggunakan Internet. Dan, memberi dampak di bidang masing-masing," ujar Rudy.

Komunitas kreatif online yang mendapat penghargaan di antaranya La Spina (perusahaan sepatu dan tas), Ruma (sistem online untuk pengusaha kecil), Mitra Netra (komunitas online untuk tuna netra), Nebeng.com (solusi online untuk kemacetan), Batik Fractal (pelestarian batik dengan piranti lunak), serta NulisBuku.com (komunitas online untuk penulis agar mudah mempublikasikan karya).


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com