TEKNOLOGI

Panin Life Rambah Asuransi Syariah

Sampai akhir 2008, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,23 triliun atau turun 43,87 persen.
Senin, 18 Mei 2009
Oleh : Antique
ilustrasi asuransi

VIVAnews - PT Panin Life Tbk (PNLF) kabarnya bakal menggeluti bisnis asuransi syariah dengan menggandeng perusahaan asing dalam waktu dekat.
 
"Institusi asing itu katanya berasal dari Timur Tengah," ujar sumber VIVAnews di Jakarta, Jumat malam, 15 Mei 2009.

Dia menambahkan, dikabarkan keduanya akan menandatangani kerja sama tersebut dalam waktu dekat, karena rencana itu mendapat respon positif pemegang saham.

Selain itu, kata sumber, perseroan juga akan mendapatkan suntikan dana untuk mendukung bisnis baru tersebut dan rencana pembelian kembali (buyback) saham.

Wakil Presiden Direktur Panin Life Tri Djoko Santoso ketika dimintai konfirmasi mengakui, belum mendapatkan informasi tersebut. "Direksi sampai saat ini belum mendapatkan kabar dari pemegang saham," ujarnya kepada VIVAnews melalui pesan singkatnya di Jakarta, Senin, 18 Me1 2009.

Per 31 April 2009, Mellon S/A Cundill Recovery FD memiliki saham berkode PNLF sebesar 10 persen, PT Panin Insurance Tbk 49 persen, dan UBS Ag London Branch A/C IPB Segregated delapan persen. Sedangkan sisanya dimiliki publik.

Pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2009, PNLF ditutup turun Rp 4 (4,30 persen) di level Rp 89. Broker PT Panin Sekuritas dengan kode GR tercatat sebagai broker yang paling aktif mengoleksi saham Panin Life.

Menurut pengamat pasar modal Deni Hamzah, prospek masuknya perseroan ke bisnis asuransi syariah bakal menjanjikan, karena masyarakat saat ini lagi demam syariah atau sedang tren menerapkan pola hidup berdasarkan syariat agama.

Sedang rencana buyback saham, kata dia, juga sangat positif untuk emiten. Sebab, dengan pembelian saham tersebut otomatis jumlah saham dipasar akan berkurang, sehingga volatilitas saham turut berkurang.
 
Sampai akhir 2008, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,23 triliun atau turun 43,87 persen dari periode yang sama 2007 Rp 1,19 triliun.

Laba bersih juga mencapai Rp 367,14 miliar, menurun 22,27 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 472,35 miliar.

TERKAIT
TERPOPULER