TEKNOLOGI

Marty Natalegawa Duduki Posisi Menlu

Diplomat berkaca mata ini terakhir menjabat Dubes RI untuk PBB.
Senin, 19 Oktober 2009
Oleh : Umi Kalsum, Muhammad Hasits
Marty Natalegawa (kanan) bersama dengan Sekjen PBB dan Bill Clinton

VIVAnews - Siapa yang bakal duduk sebagai Menteri Luar Negeri kian terang. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono telah memanggil Duta Besar Indonesia untuk PBB Marty Natalegawa. Pejabat karir di Deplu ini diajak bicara banyak soal luar negeri.

"Tadi pengarahan dari bapak Presiden bersama wakil presiden terpilih Bapak Boediono, membicarakan mengenai berbagai persoalan luar negeri dan diplomasi," kata Marty usai bertemu SBY-Boediono di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor, Senin 19 Oktober 2009.

Pria berkaca mata mengungkapkan, dalam pembicaraan itu ditekankan mengenai perlunya revitalisasi politik luar negeri, serta pentingnya meningkatkan jajaran diplomat, serta kemampuan, pengetahuan dan dedikasinya.

"Karena eran politik luar negeri itu dapat berpengaruh terhadap kemajuan suatu bangsa," kata Marty. Jika Marty benar dilantik sebagai Menlu, ia akan menggantikan seniornya Hassan Wirajuda.

Pria bernama lengkap Raden Marty Muliana Natalegawa lahir di Bandung, Jawa Barat, 22 Maret 1963. Ia menjabat sebagai  Duta Besar RI untuk PBB sejak 5 September 2007.

Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk Inggris Raya. Ia dikenal dekat dengan wartawan karena pernah menjadi juru bicara Departemen Luar Negeri Republik Indonesia.

Marty adalah lulusan Australian National University pada tahun 1993 dengan gelar doktor. Sebelumnya, dia pernah menimba ilmu di London School of Economics, Universitas Cambridge, Inggris. Setelah meraih strata dua di Inggris, dia mulai bekerja di Departemen Luar Negeri pada tahun 1986.

Dia juga pernah menjabat sebagai kepala delegasi negara untuk sejumlah konferensi internasional, interaliansi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, konferensi organisasi Islam, dan ASEAN. Ia pun pernah menjadi delegasi Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB dan dialog trilateral di Timor Timur serta Direktur Jendral untuk Kerjasama ASEAN (2003-05).

Dari pernikahannya dengan wanita Thailand, Sranya Bamrungphong, dia mendapatkan tiga orang anak, Annisa, Anantha dan Andreyka.

TERKAIT
TERPOPULER